Pendidikan

Ketahanan Pangan Dimulai dari Sekolah, SMAN 1 Pemulutan Ajak Siswa Turun ke Sawah

×

Ketahanan Pangan Dimulai dari Sekolah, SMAN 1 Pemulutan Ajak Siswa Turun ke Sawah

Sebarkan artikel ini

PEMULUTAN, Jurnal10.com — Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petani, tetapi juga perlu dikenalkan sejak dini kepada generasi muda. Semangat tersebut diwujudkan SMAN 1 Pemulutan melalui aksi panen padi bersama yang melibatkan ratusan siswa dan guru di lahan pertanian sekolah, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan Mandiri Pangan Go to School Sumatera Selatan, sekaligus menjadi pembelajaran nyata bagi para siswa mengenai pentingnya sektor pertanian dalam menjaga ketersediaan pangan.

Dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap serta topi caping tradisional, para siswa tampak antusias mengikuti proses panen. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi turut terlibat langsung dalam aktivitas di lahan pertanian sekolah.

Kepala SMAN 1 Pemulutan, Dra. Hj. Ema Nurnisya Putri, M.M., mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang ketahanan pangan.

Menurutnya, pengenalan sektor pertanian sejak bangku sekolah diharapkan mampu membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa menghargai proses panjang di balik ketersediaan pangan.

“Kita ingin anak-anak memahami bahwa pangan yang kita konsumsi setiap hari tidak begitu saja tersedia. Ada proses, kerja keras dan gotong royong yang harus dihargai,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan pertanian di lingkungan sekolah juga menjadi upaya membentuk karakter siswa agar lebih mandiri, peduli lingkungan dan memiliki semangat gotong royong.

Melalui aksi panen tersebut, SMAN 1 Pemulutan ingin menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi salah satu titik awal dalam membangun kesadaran ketahanan pangan. Lahan sekolah tidak hanya dimanfaatkan sebagai ruang hijau, tetapi juga dapat menjadi sarana belajar dan praktik bagi siswa.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menginspirasi sekolah lain di Sumatera Selatan untuk ikut mengembangkan program ketahanan pangan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Semangat ketahanan pangan dimulai dari sekolah pun diharapkan terus tumbuh, sehingga generasi muda tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga memiliki kepedulian dan kemampuan untuk ikut menjaga ketersediaan pangan di masa depan.