Seputar Sumsel

‎Sumsel Borong Prestasi Literasi Nasional, dari Peringkat Ketiga Gemar Membaca hingga Terbaik Literasi Keuangan

×

‎Sumsel Borong Prestasi Literasi Nasional, dari Peringkat Ketiga Gemar Membaca hingga Terbaik Literasi Keuangan

Sebarkan artikel ini

Jurnal10.com, Palembang – Festival Literasi Sumatera Selatan Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen pembangunan budaya literasi sekaligus menegaskan berbagai capaian Sumsel di tingkat nasional. Mengusung tema “Literasi Mengakar, Peradaban Sumsel Bersinar”, festival ini mendorong literasi tidak hanya sebagai gerakan membaca, tetapi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia dan peradaban, Sabtu (5/9).

Gubernur Sumsel H. Herman Deru
Gubernur Sumsel H. Herman Deru

Duta Literasi Sumsel, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M., mengatakan “Literasi tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak buku yang dibaca, tetapi dari sejauh mana pengetahuan mampu membentuk cara berpikir, bersikap dan memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Ratu Tenny.
‎
‎Menurutnya, tantangan literasi semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi. Generasi muda saat ini memiliki akses informasi tanpa batas sehingga dituntut mampu memilah informasi yang benar, terpercaya dan bermanfaat. Kehadiran kecerdasan buatan atau AI juga menjadi tantangan sekaligus peluang dalam proses belajar dan berkarya.
‎
‎Ratu Tenny menegaskan, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan mengambil alih peran manusia sepenuhnya. Ia mengajak generasi muda Sumsel menjadi pencipta pengetahuan dan karya dengan memanfaatkan teknologi untuk membuka peluang sekaligus memperkenalkan potensi Sumatera Selatan kepada dunia.
‎
‎Namun, kemajuan tersebut menurutnya tidak boleh membuat generasi muda kehilangan akar budaya. Mengenal sejarah, menjaga bahasa, memahami budaya dan tradisi Sumatera Selatan juga merupakan bagian dari literasi. Generasi muda diharapkan memiliki wawasan global dan keterampilan digital, tetapi tetap kuat dalam identitas, budaya dan karakter.


‎Deputi II Bidang Pengembangan Perpustakaan Perpusnas RI, Dr. Adin Pasaribu, M.Si., memberikan apresiasi terhadap konsistensi Sumsel dalam membangun budaya baca dan kecakapan literasi. Ia menilai keberpihakan kebijakan pemerintah daerah telah menghasilkan berbagai capaian yang membanggakan di tingkat nasional.
‎
‎Salah satu capaian tersebut adalah Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Sumatera Selatan yang menempati peringkat ketiga nasional pada 2025. Menurut Adin, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan literasi di Sumsel telah berjalan secara konsisten dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
‎
‎Adin menegaskan, literasi memiliki hubungan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang memiliki budaya baca dan kecakapan literasi akan lebih mampu berpikir kreatif, inovatif dan produktif. Karena itu, pembangunan literasi harus dilakukan secara kolaboratif dan tidak boleh bersifat sektoral.
‎
‎Perpustakaan Nasional juga memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem literasi di Sumsel. Adin menyebut sejak 2019 hingga 2025 telah dialokasikan sekitar Rp103,7 miliar untuk berbagai dukungan pembangunan dan penguatan perpustakaan di Sumatera Selatan, baik dalam bentuk fisik maupun nonfisik.
‎
‎Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengatakan, berbagai prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini konsisten menggerakkan literasi di Sumsel. Ia menyampaikan apresiasi kepada duta literasi, bunda literasi, bapak literasi, sekolah, keluarga, komunitas, pemerintah dan seluruh pihak yang berkontribusi.
‎
‎Selain berada di peringkat ketiga nasional dalam tingkat kegemaran membaca, Herman Deru menyampaikan Sumsel juga meraih prestasi sebagai provinsi terbaik dalam capaian literasi keuangan atau literasi finansial yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
‎
‎Menurut Herman Deru, capaian tersebut membuktikan bahwa literasi di Sumsel telah berkembang luas. Literasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi harus menjadi kemampuan masyarakat dalam mengolah informasi dan mengambil keputusan secara bijak.
‎
‎“Tidak ada kegiatan kita yang tidak membutuhkan literasi. Kalau kita hanya berpedoman bahwa literasi itu membaca dan menulis, maka kita akan menjadi sempit. Bagaimana literasi ini kita jadikan cara kita untuk mengolah informasi, maka dengan sendirinya akan berkembang,” tegas Herman Deru.
‎
‎Ia juga mengingatkan masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk AI, tanpa kehilangan peran manusia. Menurutnya, teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
‎
‎Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, S.Sos., M.Si., mengatakan berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari program yang secara konsisten dijalankan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan ruang literasi.
‎
‎Salah satunya melalui Program Pojok Baca Gubernur yang telah memberikan bantuan secara berkelanjutan sejak 2020 hingga 2026 kepada 236 pojok baca desa/kelurahan yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Selain itu, Dinas Perpustakaan Sumsel memiliki program donasi buku dengan total 4.648 judul atau 9.788 eksemplar, yang kemudian telah didistribusikan kembali sebanyak sekitar 3.200 judul kepada penerima manfaat.

‎
‎“Festival Literasi Sumatera Selatan menjadi wadah edukasi, kreativitas dan inovasi bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menjadi ajang apresiasi, pelestarian kearifan lokal dan mendorong transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujar Fitriana.
‎
‎Fitriana menambahkan, Festival Literasi Sumsel 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari lomba video konten literasi, lomba perpustakaan desa terbaik, lomba resensi buku, konten kreasi literasi bahasa isyarat, pameran naskah kuno, literasi keuangan, filateli dan buku langka hingga bazar buku murah dan talk show investasi.
‎
‎Menurutnya, konsistensi membangun sinergi pentahelix antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat dan media turut mengantarkan Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan meraih Penghargaan Tim Sinergi Terbaik Tingkat Nasional selama empat tahun berturut-turut.
‎
‎Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Sumsel juga memberikan Penghargaan Bhakti Adi Pustaka kepada tokoh pemerhati dan pegiat literasi. Pada 2026, penghargaan turut diberikan kepada Bunda Literasi Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Bunda Literasi Kota Palembang. Berbagai capaian tersebut menjadi modal untuk terus memperkuat gerakan literasi agar benar-benar mengakar di masyarakat dan mendorong terwujudnya peradaban Sumatera Selatan yang semakin bersinar.Sumsel Borong Prestasi Literasi Nasional, dari Peringkat Ketiga Gemar Membaca hingga Terbaik Literasi Keuangan.

Festival Literasi Sumsel 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang., Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Gani, S.E., M.M., Sekda Sumsel Drs. H. Edward Candra, M.H., Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto., Bunda Literasi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru., Ketua DWP Provinsi Sumsel Hj. Desy Kasnayati Edward., Ketua KORMI Sumsel Hj. Samantha Tivani, B.Bus., M.I.B., Forkopimda Sumsel, Bapak Bunda Literasi Kabupaten Kota se Sumsel, dan tamu undangan lainnya. (Adv).