Dinas Perpustakaan (Dispustaka) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berkolaborasi dengan Galeri Investasi Digital (GID) Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal dari Informasi menjadi Transformasi Finansial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Jum’at (13/3).

Dalam sambutannya, Kepala Dispustaka Provinsi Sumsel, Fitriana, S.Sos., M.Si menyambut baik kegiatan ini. Ia mengatakan Perpustakaan hari ini terus bertransformasi, tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat literasi, pusat pengetahuan, dan ruang belajar sepanjang hayat bagi masyarakat.
“Salah satu literasi yang saat ini sangat penting untuk kita kuasai adalah literasi keuangan dan literasi investasi,” ujarnya.
Dikatakan, Beberapa waktu yang lalu, kita telah memulai langkah tersebut melalui kegiatan Edu Fun Bike dengan tema “Read, Ride and Invest.” Kegiatan tersebut menjadi sebuah pendekatan yang berbeda dalam memperkenalkan literasi kepada masyarakat bahwa membaca, berolahraga, dan belajar tentang investasi dapat berjalan beriringan. Melalui kegiatan tersebut kita juga mengingat kembali sebuah filosofi yang sangat terkenal, yaitu mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
“Dan pada kesempatan hari ini, semangat tersebut kita lanjutkan dengan memperkuat satu hal lagi, yaitu kecerdasan dalam mengelola keuangan dan masa depan,” tegas Fitriana.
Dikatakan, sebagai aparatur pemerintah, kita memiliki peran penting tidak hanya sebagai pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai agen literasi. Pengetahuan yang kita peroleh hari ini diharapkan tidak berhenti pada diri kita sendiri, tetapi dapat kita sebarkan kepada keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat luas.
Melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal ini, saya berharap kita semua dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai dunia pasar modal, mengenal investasi secara benar, serta mampu mengelola keuangan dengan lebih bijak dan terencana.
Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
“Semoga sinergi ini dapat terus berlanjut dalam berbagai program literasi yang bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan. Mari kita jadikan perpustakaan bukan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya pengetahuan, wawasan, dan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

Senada, Kepala Wilayah Sumsel kantor Perwakilan BEI Sumatera Selatan, Hari Mulyono dalam sambutannya mengatakan kekuatan kita dalam menjalani kehidupan adalah literasi. Semakin kita memahami literasi maka semakin berjaya kita dalam menjalani kehidupan.
Riset mengatakan 60% keluarga di Indonesia khawatir tidak bisa memberikan warisan gara-gara lebih takut miskin. Ini realitas dilakukan polling dan faktanya itu yang muncul. jadi ini hal-hal yang sudah terjadi di masyarakat padahal kuncinya adalah bagaimana memanfaatkan informasi bagaimana menggunakan dan memperdalam literasi.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap ASN dapat lebih bijak dalam mengelola finansialnya sehingga hal yang ditakutkan kedepan tidak terjadi,” tukasnya.














