AdvetorialPemerintahSumsel

Dinas PPPA Sumsel Fasilitasi Konsolidasi Forum Anak, Teguhkan Komitmen Perlindungan Anak

×

Dinas PPPA Sumsel Fasilitasi Konsolidasi Forum Anak, Teguhkan Komitmen Perlindungan Anak

Sebarkan artikel ini

JURNAL10, PALEMBANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan (PPPA Sumsel), Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si., secara resmi membuka kegiatan audiensi dan rapat program kerja Forum Anak Provinsi Sumatera Selatan periode 2025–2027, Jumat (6/2/2026), bertempat di aula kantor Dinas PPPA Provinsi Sumsel.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam menyusun arah kebijakan, merumuskan program prioritas, serta memperkuat sinergi antara Forum Anak tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Tumbuh Kembang Anak Yunedi Mukal, S.H., M.AP., para kepala bidang, Kepala UPTD PPA, para kepala seksi, serta staf di lingkungan Dinas PPPA Provinsi Sumsel. Hadir pula Kepala Dinas PPPA kabupaten/kota, pendamping Forum Anak, serta pengurus dan anggota Forum Anak dari 16 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Muhammad Zaki Aslam menegaskan bahwa Forum Anak merupakan mitra strategis pemerintah dalam memastikan pemenuhan hak dan perlindungan anak di daerah. Ia menekankan pentingnya kepengurusan Forum Anak periode 2025–2027 yang telah dilantik pada tahun 2025 lalu untuk segera menyusun program kerja yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

“Forum Anak bukan hanya sekadar organisasi simbolis. Anak-anak yang tergabung di dalamnya adalah agen perubahan. Mereka memiliki peran sebagai Pelopor dan Pelapor atau 2P dalam pemenuhan hak-hak anak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sebagai Pelopor, anggota Forum Anak harus mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

Sementara sebagai Pelapor, Forum Anak diharapkan berani menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi anak kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Menurutnya, partisipasi anak dalam pembangunan bukan lagi sekadar wacana, melainkan bagian dari amanat regulasi yang harus diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata. Oleh karena itu, keberadaan Forum Anak harus dimanfaatkan sebagai ruang aspirasi yang sehat dan konstruktif.

Diskusi dalam rapat berlangsung dinamis dan partisipatif. Para pengurus Forum Anak menyampaikan sejumlah isu yang menjadi perhatian di daerah masing-masing, di antaranya kasus perundungan di sekolah, kekerasan terhadap anak, pernikahan usia anak, penyalahgunaan media sosial, hingga tantangan kesehatan mental remaja.

Selain itu, muncul pula gagasan penguatan literasi digital, kampanye anti-kekerasan, edukasi tentang hak anak, serta program pengembangan bakat dan kreativitas anak.

Kepala Bidang Tumbuh Kembang Anak, Yunedi Mukal, menambahkan bahwa perencanaan program harus selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah serta indikator penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA).

Ia mendorong agar Forum Anak aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar aspirasi yang disampaikan dapat terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah.

“Sinergi antara Forum Anak provinsi dan kabupaten/kota sangat penting. Program kerja yang dirancang harus realistis, memiliki target capaian, dan mampu menjawab kebutuhan anak di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan audiensi ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap peran Forum Anak selama periode sebelumnya.

Dinas PPPA Provinsi Sumsel mengapresiasi kontribusi Forum Anak yang selama ini telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosialisasi, kampanye perlindungan anak, serta partisipasi dalam forum-forum perencanaan pembangunan.

Ke depan, Forum Anak diharapkan mampu memperkuat jejaring kemitraan dengan sekolah, organisasi kepemudaan, lembaga swadaya masyarakat, serta perangkat daerah terkait. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak.

Melalui kegiatan ini, Dinas PPPA Provinsi Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi kepada Forum Anak. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran anak sebagai subjek pembangunan, bukan hanya sebagai objek kebijakan.

Dengan tersusunnya program kerja periode 2025–2027, Forum Anak Provinsi Sumatera Selatan diharapkan semakin solid, progresif, dan mampu menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi anak. Sinergi yang terbangun antara Forum Anak provinsi dan kabupaten/kota diharapkan turut mendorong terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Provinsi Layak Anak (PROVILA) di Sumatera Selatan secara berkelanjutan. (*).