AdvetorialPemerintahSumsel

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, DPPPA Sumsel Gaungkan Gerakan Ruang Bersama Indonesia di Palembang

×

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, DPPPA Sumsel Gaungkan Gerakan Ruang Bersama Indonesia di Palembang

Sebarkan artikel ini

JURNAL10, PALEMBANG – Upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak terus diperkuat di Sumatera Selatan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumsel, Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si, menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kota Palembang, yang mengusung tema “Ruang Aman, Layanan Kuat, Perempuan Terlindungi.”

Kegiatan yang berlangsung 12 Februari 2026 di Ruang Gedung Persada 06, Kantor Camat Ilir Timur I Palembang ini turut dihadiri Kabid Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Perlindungan Perempuan, Ihwan Mulyawan, ST., M.Si. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk menghadirkan sistem perlindungan yang lebih responsif dan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Zaki Aslam menjelaskan bahwa Ruang Bersama Indonesia (RBI) merupakan gerakan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat bersama para pemangku kepentingan di tingkat desa dan kelurahan. Melalui pendekatan berbasis komunitas, RBI mendorong lahirnya berbagai program yang berperspektif perempuan dan anak dengan mengedepankan kearifan lokal.

“RBI bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama. Semua pihak harus terlibat agar tercipta ruang yang benar-benar aman, inklusif, dan mampu memberikan perlindungan nyata bagi perempuan dan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep RBI dirancang secara holistik, integratif, dan berkelanjutan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pembangunan yang berorientasi pada kesetaraan gender, memperkuat peran perempuan dalam pembangunan, sekaligus memastikan terpenuhinya hak-hak anak di lingkungan tempat tinggal mereka.

Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan kecamatan dan kelurahan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), lembaga layanan, hingga Relawan SAPA yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palembang. Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring perlindungan hingga ke tingkat akar rumput.

Menurut Ihwan Mulyawan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan implementasi program. Oleh karena itu, sosialisasi ini difokuskan pada penguatan pemahaman teknis dan strategi pelaksanaan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) sebagai fondasi menuju terwujudnya Ruang Bersama Indonesia.

“Ketika SDM di tingkat kelurahan memahami konsep dan mekanismenya, maka layanan perlindungan bisa berjalan lebih cepat, tepat, dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, DPPPA Sumsel berharap setiap kelurahan di Palembang mampu menjadi ruang yang aman dari kekerasan, diskriminasi, dan berbagai bentuk kerentanan sosial. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat juga diharapkan semakin meningkat dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus perempuan dan anak.

Dengan semangat kolaborasi dan penguatan layanan di tingkat lokal, gerakan Ruang Bersama Indonesia diharapkan menjadi langkah nyata menuju lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan berkeadilan, di mana perempuan terlindungi dan anak-anak dapat tumbuh serta berkembang secara optimal. (*).