Teras Pojok Baca Digital (Pocadi) Sungai Ijuk milik Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan dimanfaatkan oleh Komunitas Cinta Kolong Langit untuk menggelar kegiatan bertajuk “Semarak Ramadan” di lingkungan Sungai Ijuk Keramatan, Kecamatan Kertapati, Minggu (1/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan rangkaian acara berbuka puasa bersama, penampilan seni, hingga berbagai lomba yang melibatkan anak-anak dan remaja setempat.
Suasana kebersamaan begitu terasa sejak sore hari. Warga sekitar, khususnya anak-anak, tampak antusias mengikuti lomba keagamaan dan permainan edukatif yang dirancang untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif. Selain itu, panggung seni yang dihadirkan komunitas turut menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka.
Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Komunitas Cinta Kolong Langit yang telah memanfaatkan fasilitas Pocadi sebagai ruang kegiatan sosial dan edukatif.
keberadaan Pojok Baca Digital (Pocadi) memang dirancang bukan semata-mata sebagai tempat membaca, melainkan sebagai ruang literasi yang dinamis dan terbuka bagi berbagai aktivitas positif masyarakat.
“Pocadi kami hadirkan sebagai ruang literasi yang inklusif, ramah anak, dan mudah diakses oleh masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai ruang yang kaku dan terbatas, tetapi sebagai pusat kegiatan yang hidup, tempat bertemunya ide, kreativitas, serta kolaborasi antarwarga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan Teras Pocadi Sungai Ijuk untuk kegiatan Semarak Ramadan merupakan contoh konkret transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Melalui kegiatan seperti ini, perpustakaan dapat berperan aktif dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan, membangun karakter generasi muda, serta menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat.
“Ketika fasilitas perpustakaan digunakan untuk kegiatan keagamaan, seni, edukasi, hingga penguatan silaturahmi seperti ini, maka fungsi perpustakaan sebagai pusat peradaban benar-benar terasa. Anak-anak tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga belajar berorganisasi, berani tampil, dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Fitriana juga menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong kolaborasi dengan berbagai komunitas, sekolah, dan organisasi masyarakat agar Pocadi dan fasilitas perpustakaan lainnya semakin optimal pemanfaatannya.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas yang ingin berkegiatan secara produktif dan bermanfaat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Harapan kami, Pocadi Sungai Ijuk dapat menjadi pusat aktivitas literasi dan sosial yang berkelanjutan, khususnya di wilayah Kertapati,” tutupnya.
Kegiatan Semarak Ramadan di Teras Pocadi Sungai Ijuk pun menjadi bukti bahwa perpustakaan mampu bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif dan memberdayakan, sejalan dengan semangat membangun masyarakat yang cerdas dan berkarakter. (Adv).















