JURNAL10.COM, OKI — Bau khas rumput purun yang sedang dianyam menyambut kedatangan Ketua TP PKK Sumatera Selatan (Sumsel) Feby Deru di Rude Gebol Djuai, Pedamaran, Kabupaten OKI, Selasa (12/05/2026). Di pusat produksi dan galeri kerajinan purun kebanggaan masyarakat OKI tersebut, Feby tidak sekadar datang untuk melihat-lihat.
Dengan langkah pelan, Feby menyusuri galeri dan memperhatikan satu per satu koleksi kerajinan, mulai dari tas, tikar, topi, hingga hiasan dinding. Seluruh produk itu merupakan hasil karya tangan terampil para perajin perempuan Pedamaran.
“Bagus-bagus sekali,” ujar Feby kagum saat melihat berbagai hasil anyaman purun yang dipajang di galeri.
Dari galeri, Feby kemudian beralih ke dapur produksi. Di tempat itu, para perajin tampak duduk lesehan sambil menganyam helai demi helai purun kering menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Tangan mereka terlihat lincah memilin, menyilang, dan membentuk anyaman dengan teliti.
Feby turut mendekat dan menyaksikan langsung proses pembuatan kerajinan tersebut. Suasana berlangsung hangat tanpa sekat antara dirinya dan para perajin.
Momen yang paling berkesan terlihat ketika Feby berbincang langsung dengan para perajin. Ia mendengarkan berbagai harapan dan aspirasi yang disampaikan, sekaligus mencatat sejumlah kendala yang mereka hadapi, mulai dari ketersediaan bahan baku, pemasaran produk, hingga regenerasi penganyam muda.
“Cerita ibu-ibu ini yang paling penting,” ujar Feby.
Menurutnya, Rude Gebol Djuai bukan sekadar galeri kerajinan, melainkan rumah harapan bagi masyarakat. Dari tempat itulah rumput purun yang tumbuh di rawa-rawa Pedamaran diolah menjadi sumber penghidupan, identitas daerah, sekaligus kebanggaan masyarakat Bumi Bende Seguguk.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kerajinan purun OKI terus berkembang dan mampu naik kelas. Sebab, di balik setiap anyaman, terdapat perjuangan para ibu yang bekerja dengan penuh ketekunan demi menopang ekonomi keluarga, membiayai pendidikan anak, dan menjaga dapur tetap mengepul.
Dari Pedamaran, Feby Deru membawa pulang lebih dari sekadar oleh-oleh kerajinan. Ia juga membawa suara dan harapan para perajin untuk diperjuangkan. (Dnl).














