Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat mengenai dampak negatif dari siklus psikologis Fear of Missing Out (FOMO) dan perilaku pamer kemewahan (Flexing) di media sosial yang berpotensi memicu tindakan kecurangan hingga korupsi.
OJK menekankan bahwa gaya hidup yang dipaksakan demi gengsi sementara dapat mengikis integritas seseorang. Korupsi sering kali tidak dimulai dari angka yang besar, melainkan dari kecurangan-kecurangan kecil yang dilakukan demi memenuhi standar gaya hidup tersebut.
Memahami Siklus FOMO & Flexing
Menurut infografis yang dirilis, fenomena ini bekerja dalam sebuah siklus berulang yang merugikan kesehatan mental dan finansial:
- Terpapar: Seseorang melihat unggahan orang lain yang memamerkan kekayaan atau pencapaian (flexing) di media sosial.
- FOMO Muncul: Timbul rasa takut tertinggal, mulai membandingkan diri dengan orang lain, dan merasa selalu kekurangan.
- Mengejar Ketertinggalan: Memaksakan diri untuk membeli barang serupa atau melakukan hal yang sama agar tidak dianggap tertinggal.
- Flexing: Setelah berhasil membeli atau meniru, orang tersebut bergantian memamerkan gaya hidupnya demi mendapatkan validasi.
- Validasi Sementara: Muncul rasa senang dan merasa diterima hanya karena mendapatkan likes dan pujian di media sosial.
- Merasa Kosong: Kebahagiaan semu tersebut perlahan hilang, muncul rasa lelah karena terus mengejar tren, hingga akhirnya siklus ini terulang kembali dari awal.
Cara Memutus Rantai Siklus
Guna menghindari dampak buruk dari siklus ini, OJK membagikan lima langkah preventif yang bisa dilakukan oleh masyarakat:
- Sadari pemicunya: Pahami apa yang membuat Anda merasa harus ikut-ikutan tren.
- Fokus pada diri sendiri: Alihkan energi untuk pengembangan kualitas diri, bukan membandingkannya dengan orang lain.
- Batasi konsumsi media sosial: Ambil waktu jeda (digital detox) agar tidak terus-menerus terpapar konten flexing.
- Bangun value, bukan image: Jauh lebih penting membangun nilai integritas diri yang nyata ketimbang sekadar citra palsu di dunia maya.
- Syukuri proses kecil setiap hari: Menghargai setiap pencapaian pribadi tanpa perlu validasi dari orang lain.
Jangan biarkan rasa takut ketinggalan (FOMO) membuat Anda meninggalkan integritas. Integritasmu mencerminkan nilai dirimu. (DNL).













