PALEMBANG, Jurnal10.com — Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) IODI Sumsel Tahun 2026 yang mengusung tema “Bersatu, Berprestasi, Menari”. Forum organisasi yang berlangsung di Aula SMA Negeri 5 Palembang, Rabu (29/7/2026), menjadi titik awal penyusunan strategi besar menghadapi berbagai kejuaraan nasional, internasional, hingga persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Musprov dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Selatan, H. M. Alfajri Zabidi, S.Pd., M.Pd.I., M.M., didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd.
Selain menjadi amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi yang dilaksanakan setiap empat tahun, Musprov juga menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepengurusan sekaligus merumuskan arah baru pengembangan olahraga dancesport di Sumatera Selatan.
Ketua Pengprov IODI Sumatera Selatan, Suparnan Roman, mengatakan perjalanan organisasi sejak dibentuk pada 2022 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, khususnya dalam sistem pembinaan atlet. Menurutnya, kemajuan tersebut menjadi modal penting untuk membawa Sumatera Selatan bersaing dengan daerah-daerah yang selama ini menjadi kekuatan utama dancesport nasional.
“Musyawarah provinsi ini bukan hanya memilih kepengurusan baru, tetapi menjadi momentum mengevaluasi apa yang telah kita capai selama empat tahun terakhir. Alhamdulillah, pembinaan atlet berkembang cukup baik dan menjadi fondasi untuk meningkatkan prestasi pada masa mendatang,” ujarnya.
Suparnan menegaskan, fokus utama kepengurusan berikutnya adalah membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur, mulai dari pencarian bibit atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga memperkuat aspek teknik, koreografi, artistik, serta mental bertanding.
Saat ini IODI Sumsel membina sekitar 300 atlet yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Mereka rutin menjalani latihan pada berbagai nomor pertandingan, seperti Ballroom Standard, Latin Dance, Hip Hop, Breaking, hingga Traditional Dance.
Menurut Suparnan, keberhasilan pembinaan tidak terlepas dari sinergi antara atlet, pelatih, orang tua, pengurus, serta dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha.
“Kami optimistis Sumatera Selatan mampu mengejar ketertinggalan bahkan bersaing dengan provinsi-provinsi yang selama ini mendominasi olahraga dancesport. Semangat atlet, dukungan orang tua, pelatih, serta seluruh pengurus menjadi energi besar untuk terus berkembang,” katanya.
Ia juga berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, KONI, BUMD, BUMS, serta berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat agar pembinaan atlet dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Dalam Musprov tersebut, sejumlah program strategis turut dibahas sebagai arah kebijakan organisasi empat tahun ke depan. Di antaranya memperluas pembinaan atlet usia dini, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan pelatih dan wasit, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, hingga membuka peluang studi banding dan menghadirkan pelatih berpengalaman dari daerah lain yang memiliki prestasi di cabang dancesport.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju PON XXII Tahun 2028 sekaligus memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan dalam cabang olahraga dancesport.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, atlet-atlet IODI Sumsel mulai menunjukkan peningkatan prestasi. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, pasangan Aqila Dinda Oktaviani dan M. Fatria Alfa Reyza berhasil mempersembahkan medali perunggu pada nomor Pre Amateur Latin.
Sebelumnya, kontingen Sumatera Selatan juga tampil impresif pada Bali Open 2023 dengan raihan satu medali emas, lima medali perak, dan tiga medali perunggu. Sementara pada Solo Open 2024, Aqillah Neiva Fomilia sukses meraih posisi runner-up pada nomor Waltz, Tango, dan Quickstep kategori Ballroom Standard.
Prestasi-prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil positif sekaligus menjadi motivasi untuk meraih capaian yang lebih tinggi pada masa mendatang.
Dalam waktu dekat, atlet-atlet IODI Sumsel akan kembali menguji kemampuan di ajang internasional Negeri Sembilan, Malaysia, yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026. Kejuaraan tersebut akan menjadi tolok ukur hasil pembinaan sekaligus pengalaman penting menghadapi atlet dari berbagai negara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan, H. M. Alfajri Zabidi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musprov IODI Sumsel sebagai forum strategis dalam memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi.
Menurutnya, organisasi yang sehat dan profesional merupakan fondasi utama dalam mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap Musprov ini menghasilkan kepengurusan yang solid, program kerja yang terarah, dan mampu melahirkan atlet-atlet dancesport yang semakin berprestasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dispora akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga prestasi agar semakin banyak atlet Sumsel yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional,” ujar Alfajri.
Ia juga mengajak seluruh pengurus, pelatih, atlet, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi sehingga olahraga dancesport di Sumatera Selatan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu cabang olahraga andalan daerah dalam mencetak prestasi.













