Palembang, Jurnal10.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Griya Agung Palembang, Senin (3/8/2026), dimanfaatkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru untuk menyampaikan pesan penting kepada para orang tua. Menurutnya, keberhasilan anak tidak boleh hanya diukur dari tingginya nilai akademik atau kemampuan menguasai teknologi, tetapi juga dari karakter, akhlak, dan mental yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.
Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari anak-anak, guru, orang tua, serta perwakilan berbagai instansi, Herman Deru menegaskan bahwa Hari Anak Nasional seharusnya menjadi momentum refleksi bagi seluruh keluarga dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.
“Kita ingin anak-anak bahagia, bukan hanya pada saat peringatan Hari Anak Nasional. Yang lebih penting adalah bagaimana kebahagiaan itu hadir dalam kehidupan mereka setiap hari melalui perhatian, kasih sayang, dan pendampingan dari keluarga,” ujarnya.
Herman Deru mengatakan, tantangan yang akan dihadapi anak-anak saat ini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan digitalisasi menuntut anak memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Namun, menurutnya, kecerdasan intelektual saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan pendidikan karakter.
Ia mengingatkan bahwa sekitar 19 tahun mendatang, anak-anak yang saat ini masih duduk di bangku PAUD hingga SMA akan memasuki usia produktif dan menjadi bagian dari generasi yang menentukan arah Indonesia Emas 2045. Oleh sebab itu, proses pembinaan harus dimulai sejak dini, terutama dari lingkungan keluarga.
“Kita harus bertanya kepada diri sendiri, apakah bekal yang kita berikan kepada anak hanya sebatas ilmu pengetahuan dan teknologi, atau juga nilai-nilai moral, akhlak, dan mental yang akan menjadi pegangan mereka dalam menjalani kehidupan,” katanya.
Menurut Herman Deru, orang tua merupakan guru pertama sekaligus teladan utama bagi anak. Pembentukan karakter tidak cukup dilakukan melalui teori atau nasihat semata, tetapi harus diwujudkan melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Membentuk anak menjadi pribadi yang baik tidak cukup hanya dengan buku. Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Karena itu orang tua harus menjadi contoh yang baik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan ukuran keberhasilan yang sama kepada setiap anak. Masing-masing anak memiliki potensi, minat, dan bakat yang berbeda sehingga membutuhkan pola pendampingan yang berbeda pula.
Selain itu, Herman Deru meminta agar anak diberikan ruang untuk berkembang, bergaul, mencoba hal-hal baru, dan belajar mengambil keputusan secara mandiri. Meski demikian, kebebasan tersebut harus tetap diiringi pengawasan serta bimbingan dari orang tua.
“Jangan terlalu mengendalikan anak, tetapi juga jangan membiarkan mereka tanpa arah. Orang tua harus hadir sebagai pembimbing yang mampu mengarahkan anak menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Sumsel, Muhammad Zaki Aslam, S.IP., M.Si., mengatakan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, anak adalah amanah yang harus dijaga agar dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal. Karena itu, DPPPA Sumsel terus memperkuat kolaborasi dengan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam rangkaian HAN 2026, DPPPA Sumsel juga menggelar berbagai kegiatan edukatif, di antaranya sosialisasi pencegahan perundungan (bullying), kampanye perlindungan anak di sekolah, lomba video pendek bertema anti kekerasan terhadap anak, kunjungan ke panti asuhan, hingga kegiatan kreatif yang melibatkan ratusan anak.
Peringatan HAN di Griya Agung diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumsel. Kehadiran anak berkebutuhan khusus dalam kegiatan fashion show turut menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan, kesempatan berkembang, dan ruang berekspresi.
Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Sumsel menjadi pengingat bahwa membangun generasi unggul tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi akademik, tetapi juga membutuhkan keluarga yang mampu menanamkan nilai-nilai moral, akhlak, kepedulian, dan karakter sejak usia dini.













