JURNAL10.COM, JAKARTA – Bagi jutaan keluarga di Indonesia, hadirnya listrik bukan sekadar penerangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menghadirkan kehidupan yang lebih produktif. PT PLN (Persero) terus memperluas akses energi hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati manfaat listrik secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut tercermin dari bertambahnya 3,3 juta pelanggan baru sepanjang tahun 2025, sehingga total pelanggan PLN mencapai 96,2 juta. Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui berbagai program perluasan akses listrik, seperti Program Listrik Desa (Lisdes), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta program Light Up The Dream (LUTD) yang didanai dari donasi pegawai PLN.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam memperluas akses energi yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Dukungan Pemerintah yang kuat menjadi fondasi penting bagi PLN untuk menjalankan mandat menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri. Listrik bukan sekadar energi, tetapi menjadi penggerak produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Darmawan.
Selain memperluas akses energi, bertambahnya jumlah pelanggan turut memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan penyambungan pelanggan yang tercatat sebesar Rp2,24 triliun pada 2025, atau tumbuh 28,4% dibandingkan 2024.
Pertumbuhan jumlah pelanggan PLN terjadi di berbagai segmen, di mana pelanggan rumah tangga menjadi kontributor terbesar dengan peningkatan 2,74 juta pelanggan atau sekitar 3,2% secara _year on year_ (YoY), dari 84,66 juta menjadi 87,40 juta pelanggan.
Di sisi lain, meningkatnya aktivitas ekonomi mendorong peningkatan pelanggan pada segmen bisnis sekitar 8,8% YoY, dari 5,15 juta menjadi 5,60 juta pelanggan. Sementara itu, jumlah pelanggan industri meningkat sekitar 18,6% YoY, dari 253 ribu menjadi 300 ribu pelanggan, mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung kegiatan produksi dan pengembangan industri nasional.
“Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia, sekaligus mencerminkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan telah dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat,” imbuh Darmawan.
Tak hanya itu, segmen sosial meningkat sekitar 4% dari 2,09 juta menjadi 2,17 juta pelanggan dan segmen pemerintah meningkat dari 629 ribu menjadi 659 ribu pelanggan atau meningkat sekitar 4,8% berkat bertambahnya sambungan listrik di fasilitas sosial maupun layanan publik.
“Ke depan, PLN akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan, memperluas akses energi, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik guna mendukung pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia,” tutup Darmawan. (DNL)













