JAKARTA – Semangat membangun peradaban melalui literasi kembali ditorehkan oleh Provinsi Sumatera Selatan. Dipimpin langsung Duta Literasi Sumsel sekaligus Anggota DPD/MPR RI, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, MM., rombongan yang terdiri dari Bunda dan Bapak Literasi dari 17 kabupaten/kota melakukan audiensi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Kamis (5/2/2026), di Auditorium Perpusnas RI, Jakarta.
Audiensi tersebut menjadi momen penting yang memperlihatkan keseriusan Sumsel dalam menjadikan literasi sebagai gerakan bersama. Sebanyak sekitar 170 peserta hadir, terdiri dari kepala dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten/kota, pejabat daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Perpusnas RI, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., didampingi jajaran pejabat strategis Perpusnas.
Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, S.Sos., M.Si., sebelumnya memberikan ucapan terima kasih atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel. Dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Perpusnas. Ia juga memaparkan capaian kinerja lima tahun terakhir sebagai bukti komitmen Pemprov Sumsel dalam meningkatkan layanan perpustakaan serta penguatan budaya baca di masyarakat. Pihaknya berharap dukungan berkelanjutan dari Perpusnas, khususnya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di Sumsel.
Dia juga menyebut dengan adanya semangat kolaborasi yang semakin kuat, Provinsi Sumatera Selatan memperlihtkan langkahnya menuju masyarakat yang literat, inklusif, dan berdaya saing. Sebab di balik setiap buku yang dibaca, tersimpan harapan besar untuk masa depan generasi dan kemajuan daerah.
Duta Literasi Sumsel, dr. Ratu Tenny Leriva, menegaskan bahwa gerakan literasi tidak bisa berjalan sendiri. Ia memaparkan rencana program lima tahun ke depan yang akan dijalankan bersama Bunda dan Bapak Literasi di seluruh kabupaten/kota. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat menjadi kunci agar literasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi budaya yang hidup dan mengakar.
Terpisah, Kepala Perpusnas RI, dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sumsel, Herman Deru, yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan literasi. Bahkan secara khusus ia menyebut langkah Gubernur sebagai bentuk “mewakafkan” putrinya untuk membangun literasi di daerah. Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah dibangun antara Duta Literasi, Dinas Perpustakaan Provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.
Prof. Aminudin menekankan bahwa gerakan literasi harus melampaui seremoni dan diwujudkan melalui aksi nyata. Menurutnya, kerja literasi adalah kerja akal, pikiran, dan raga yang harus dilakukan secara kolektif. Ia juga menawarkan sejumlah program prioritas yang dapat dikolaborasikan, seperti KKN Tematik Literasi bersama perguruan tinggi, program Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), serta pemajuan naskah kuno Nusantara sebagai bagian dari pelestarian warisan intelektual bangsa.
Sebagai simbol semangat berbagi inspirasi, pada akhir kegiatan Kepala Perpusnas menyerahkan buku autobiografinya berjudul Visi Anak Pasar kepada Duta Literasi Sumsel dan Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa literasi lahir dari perjuangan, mimpi, dan ketekunan.
Audiensi ini menjadi yang kedua kalinya digelar oleh Sumsel setelah sebelumnya dilaksanakan pada 2022, dan hingga kini menjadi satu-satunya provinsi yang melibatkan peserta dalam jumlah besar. Kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antara Perpusnas RI, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pegiat literasi. (*).
















