JURNAL10.COM, PALEMBANG — Fase pemulangan Debarkasi Palembang terus berjalan dengan total jemaah yang tiba di Tanah Air kini menembus angka 1.770 orang. Hal itu setelah 441 jemaah haji Kloter 4 asal Kota Palembang mendarat dengan selamat di Bandara Internasional SMB II pada Sabtu (6/6/2026) siang, diiringi skema tanazul dan kabar duka dari Arab Saudi.
Kepulangan para tamu Allah ini disambut langsung jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Palembang di Asrama Haji.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj) Provinsi Sumatera Selatan, H.M. Arkan Nurwahiddin, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan para jemaah.
“Kami bisa menyambut Bapak/Ibu sekalian di Asrama Haji ini dengan suasana penuh syukur dan kebahagiaan. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, khususnya Provinsi Sumatera Selatan, kami mengucapkan selamat datang kembali di Bumi Sriwijaya. Selamat kembali berkumpul bersama keluarga, sanak saudara, dan masyarakat yang selama ini senantiasa mendoakan Bapak/Ibu sekalian,” ujar Arkan saat menyambut jemaah.
Ada cerita dan dinamika tersendiri di balik kepulangan Kloter 4 ini. Arkan menjelaskan bahwa terdapat perubahan jumlah jemaah antara saat keberangkatan dan kepulangan. “Saat diberangkatkan ke Tanah Suci, Kloter 4 berjumlah 439 jemaah. Alhamdulillah pada hari ini, datangnya sebanyak 441 jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat. Jadi berangkat 439, balik 441,” terangnya secara rinci.
Di tengah rasa syukur tersebut, ada satu jemaah dari Kloter 4 yang wafat di Arab Saudi, serta ada tiga jemaah dari kloter lain yang ikut bergabung atau melakukan tanazul untuk pulang lebih awal bersama kloter ini. Jemaah yang meninggal dunia adalah Tarmidi Pitono Basuki (73 tahun) yang wafat di Makkah pada 23 Mei 2026 lalu. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya setelah mendapatkan perawatan medis di Tanah Suci akibat faktor kesehatan dan usia yang sudah lanjut.
“Di tengah rasa syukur yang kita panjatkan, terdapat satu kabar yang menghadirkan rasa haru di hati kita semua. Salah seorang jemaah Kloter 4, almarhum Bapak Tarmidi Pitono Basuki usia 73 tahun, telah terlebih dahulu memenuhi panggilan Allah di Tanah Suci saat menunaikan ibadah haji. Kepergian beliau mengingatkan kita bahwa perjalanan haji adalah perjalanan penghambaan yang sesungguhnya.
Berangkat dengan niat memenuhi panggilan Allah, Allah pula yang menentukan tempat serta waktu terbaik kembali kepada-Nya,” ungkap Arkan dengan penuh haru.
“Kita semua tentu berduka, namun pada saat yang sama kita meyakini bahwa wafat di Tanah Suci dalam keadaan menunaikan ibadah merupakan kemuliaan yang menjadi harapan setiap muslim. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan, kami menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkan bersama orang-orang yang saleh. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, keikhlasan dalam menerima ketetapan Allah SWT ini,” tambahnya seraya memimpin doa untuk almarhum.
Sementara itu, pihak PPIH juga mengakomodasi tiga jemaah dari kloter berbeda untuk ikut pulang bersama Kloter 4. Ketiga jemaah tersebut mengambil program tanazul (mutasi kloter), yang terdiri dari Ruswani (70) dan Sainol (81) dari Kloter 11 serta Sukardi Husin (70) dari Kloter 13.
Arkan menerangkan bahwa kebijakan tanazul ini diprioritaskan bagi jemaah haji lansia atau mereka yang memiliki riwayat kesehatan tertentu yang memerlukan penanganan dan pemulihan lebih cepat di kampung halaman, sepanjang sisa kursi pesawat memungkinkan.
“Hingga hari ini, total jemaah haji Debarkasi Palembang yang sudah kembali mendarat dengan selamat di Tanah Air berjumlah 1.770 jemaah haji. Kami bersyukur proses fase pemulangan ini secara umum berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti,” papar Arkan.
Menutup penjelasannya, H.M. Arkan Nurwahiddin mengingatkan para jemaah bahwa kepulangan ke Tanah Air bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal untuk mengimplementasikan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan jemaah yang baru tiba untuk tetap menjaga kondisi fisik dan menerapkan pola hidup bersih setelah sampai di rumah masing-masing.
Perubahan cuaca yang ekstrem antara Arab Saudi dan Indonesia menuntut jemaah untuk beristirahat total selama beberapa hari ke depan.
“Kepulangan dari Tanah Suci bukanlah akhir dari perjalanan ibadah, melainkan awal untuk menghadirkan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari.
Kemabruran haji hendaknya tercermin dalam akhlak yang semakin baik, kepedulian yang semakin kuat, serta semangat untuk terus menebarkan manfaat bagi sesama,” pesan Arkan kepada para jemaah. (DNL)













