banner 728x210

Diduga Tambang Emas Ilegal Marak Di Talawi Mudik Sawahlunto

  • Bagikan
banner 468x60

SAWAHLUNTO – Tambang emas yang diduga tanpa izin atau ilegal kembali marak terjadi di Nagari Talawi Mudik, Kecamatan Talawi, Sumatera Barat. Mirianya, kegiatan tersebut dilakukan secara terbuka disepanjang jalan Raya. Apakah tidak tersentuh hukum?

Menurut pengakuan warga sekitar kepada mesia ini, Rabu (26/04) jika kegiatan ini sudah berlangsung cukup lama dan melihat para pelaku pertambangan tidak memiliki rasa takut.

Bahkan, alat berat berjenis eksafator dan mesin pompa saat ditinjau media masih beroperasi, bahkan tidak mengubris kedatangan media.

“Ini di pingir jalan Raya, pasti semua mata menuju kesana, namun apalah daya masyarakat hanya bisa menyaksikan kerusakan yang terjadi di pingir aliran sungai itu,” ujar Ujang (55) warga Talawi Mudik.

Ketika menelusuri para pemilik tambang tersebut, media dikenalkan dengan seseorang yang dikenalkan bernama Can dan mengelak jika tambang tersebut miliknya. Dan ia pun mengakui jika ia adalah seorang wartawan.

Dengan nada yang keras, iapun sempat mengeluarkan kata kata kasar. “Kata siapa itu (tambang) milik saya, saya juga wartawan,” ungkapnya.

Terkait hal diatas, media ini mencoba melakukan klarifikasi ke Walikota Sawahlunto Deri Asta, namun konfirmasi media tidak diubris.

Dengan keberadaan tambang emas yang diduga ilegal ini, pengiat lingkungan hidup meminta, pihak kepolisian segera turun tangan dan menertibkan kegiatan ini, karena kata Sandi Amin, kegiatan itu sudah merusak lingkungan.

“Semua harus dikawal, masyarakat sekitar jangan takut untuk melaporkan,” kata Sandi.

Katanya, kegiatan ini di Sawahlunto seakan mendapat bekingan dari oknum oknum tertentu yang bisa menjanjikan keuntungan.

Sementara itu  jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Barat melalui Kabid Humas Kombes Satake Bayu mengimbau pemilik tambang emas ilegal dan masyarakat agar menghentikan kegiatannya.

“Tambang ilegal tersebut dapat merusak ekosistem sungai dan menyebabkan tanah longsor, untuk itu kami imbau agar aktivitas ilegal itu di hentikan,” kata Satake.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *