AdvetorialPemerintahSumsel

Dinas Perpustakaan Sumsel dan Bank Syariah Indonesia Perkuat Kolaborasi Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

×

Dinas Perpustakaan Sumsel dan Bank Syariah Indonesia Perkuat Kolaborasi Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Sebarkan artikel ini

Komitmen membangun masyarakat literat dan berdaya saing terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, S.Sos., M.Si., bersama jajaran pejabat administrator dan pelaksana, menerima kunjungan jajaran pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Wilayah Palembang di kantor Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan. Dalam rangka memperkuat sinergi program literasi di Sumatera Selatan . Selasa (17/3/2026).

Rombongan BSI dipimpin Funding and Transaction Business Deputy Region 3, Joko Effendi, didampingi Area Manager Palembang Khoerul Wajid, Area Manager Retail & Transaction (ARTBM) Palembang Sabrina Natasha, serta Branch Manager BSI KCP Celentang Palembang.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan tersebut berjalan dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif.

Dalam sambutannya, Fitriana menegaskan bahwa transformasi perpustakaan saat ini menuntut peran yang lebih luas dari sekadar penyedia bahan bacaan. Perpustakaan telah berkembang menjadi pusat literasi, pusat kegiatan masyarakat, serta ruang edukasi yang mendorong peningkatan kapasitas individu dan komunitas.

“Perpustakaan hari ini adalah ruang pembelajaran sepanjang hayat. Kami membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan syariah, guna memperkaya konten literasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang literasi keuangan,” ujar Fitriana.

Ia menambahkan, literasi keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Pemahaman terhadap pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, hingga pemanfaatan layanan perbankan syariah yang sesuai prinsip syariah dinilai sangat strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung, kedua belah pihak membahas sejumlah program konkret yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Di antaranya penyelenggaraan seminar dan workshop literasi keuangan syariah bagi aparatur sipil negara, pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, serta masyarakat umum.

Selain itu, dirumuskan pula rencana edukasi terpadu mengenai produk dan layanan keuangan syariah yang dapat diintegrasikan dalam berbagai agenda literasi daerah.

Salah satu agenda strategis yang menjadi fokus pembahasan adalah dukungan BSI terhadap pelaksanaan Festival Literasi Sumatera Selatan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi finansial, digital, dan kewirausahaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pihak BSI menyampaikan komitmen untuk berperan aktif dalam memperluas inklusi keuangan berbasis perpustakaan. Perpustakaan dinilai memiliki jaringan yang luas hingga ke kabupaten dan kota, sehingga menjadi kanal efektif dalam menjangkau masyarakat, termasuk kelompok rentan dan komunitas yang belum sepenuhnya terakses layanan keuangan formal.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat integrasi program antara pemerintah daerah dan sektor perbankan dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan, masyarakat diharapkan semakin cerdas dalam mengelola keuangan, memiliki perencanaan masa depan yang lebih baik, serta mampu memanfaatkan peluang usaha secara optimal.

Lebih jauh, sinergi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang komprehensif di Sumatera Selatan. Tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca, tetapi juga memperluas cakupan literasi tematik yang aplikatif dan berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

Melalui kunjungan dan koordinasi ini, diharapkan terjalin kemitraan yang solid dan berkesinambungan antara Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan dan BSI Wilayah Palembang. Kerja sama tersebut diyakini akan melahirkan berbagai program inovatif yang mampu memperkuat eksistensi perpustakaan sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat Sumatera Selatan yang literat, inklusif, dan sejahtera. (Adv).