AdvetorialPemerintahSumsel

Dispustaka Sumsel Matangkan Launching Galeri Naskah Kuno, Perkuat Komitmen Pelestarian Warisan Literasi Daerah

×

Dispustaka Sumsel Matangkan Launching Galeri Naskah Kuno, Perkuat Komitmen Pelestarian Warisan Literasi Daerah

Sebarkan artikel ini

Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Pembahasan Launching Galeri Naskah Kuno Dispustaka Sumatera Selatan pada Rabu, 4 Maret 2026.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, S.Sos., M.Si., serta menghadirkan Ketua Manassa Komisariat Sumatera Selatan, Dr. Hj. Nyimas Umi Kalsum, M.Hum., dan diikuti seluruh pejabat struktural di lingkungan Dispustaka Sumsel.

Dalam arahannya, Fitriana menegaskan bahwa Galeri Naskah Kuno bukan hanya ruang pamer koleksi, tetapi menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menjaga identitas dan memori kolektif masyarakat Sumatera Selatan.

“Launching Galeri Naskah Kuno ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk memastikan bahwa warisan intelektual dan budaya daerah tidak hilang ditelan zaman. Naskah kuno yang kita miliki adalah bukti autentik perjalanan sejarah, peradaban, serta nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sumatera Selatan yang harus kita jaga bersama,” ujar Fitriana.

Ia menambahkan, keberadaan galeri tersebut diharapkan mampu menjadi pusat edukasi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan akses yang lebih luas terhadap sumber-sumber literasi klasik agar tumbuh rasa memiliki dan kebanggaan terhadap sejarah daerahnya.

“Kita ingin galeri ini menjadi ruang belajar yang hidup. Tidak hanya menjadi tempat menyimpan naskah, tetapi juga menghadirkan interpretasi, kajian, dan diseminasi informasi yang mudah dipahami masyarakat. Dengan begitu, naskah kuno tidak lagi dipandang sebagai benda lama yang jauh dari kehidupan generasi sekarang, melainkan sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran,” tegasnya.

Fitriana juga menekankan pentingnya sinergi dengan akademisi, filolog, serta komunitas literasi dalam pengelolaan galeri. Ia berharap kolaborasi bersama Manassa dapat memperkuat aspek kurasi, konservasi, hingga digitalisasi naskah.

“Kami menyadari bahwa pelestarian manuskrip membutuhkan penanganan yang profesional dan berstandar. Oleh karena itu, kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar Galeri Naskah Kuno ini dapat dikelola secara optimal, baik dari sisi preservasi fisik, pengamanan, maupun pengembangan konten digitalnya,” tambahnya.

Selain mematangkan konsep launching, rapat turut membahas teknis pelaksanaan lomba literasi budaya yang akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peresmian. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dalam mengenal serta mengapresiasi warisan budaya berbasis literasi.

Ketua Manassa Komisariat Sumatera Selatan, Dr. Hj. Nyimas Umi Kalsum, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam penyajian naskah kuno agar tetap menjaga nilai autentisitas dan keberlanjutan konservasi.

Rapat juga mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari tata ruang, sistem pencahayaan, keamanan, hingga perangkat pendukung digitalisasi. Dispustaka Sumsel menargetkan Galeri Naskah Kuno dapat menjadi pusat rujukan kajian manuskrip sekaligus destinasi edukasi budaya yang representatif di tingkat regional.

Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ekosistem literasi berbasis sejarah dan budaya daerah secara berkelanjutan.