Jurnal10.com, Palembang – Duta Literasi Provinsi Sumatera Selatan dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M resmi membuka Kelas Literasi Bahasa Isyarat yang merupakan salah satu rangkaian acara Pekan Bakti Pustakawan Inklusif Tahun 2026, Senin (27/7/2026) di UIN Raden Fatah Palembang.
Pembukaan turut dihadiri Wakil Rektor 3 UIN Raden Fatah Palembang Dr. Syahril Jamil, M.Ag, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel Fitriana, S.Sos., M.Si, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Sumsel beserta jajaran, serta Ketua GERKATIN Provinsi Sumsel Sdri. Desi Ana Amelia selaku narasumber.

Dalam sambutannya, Kak Iva sapaan akrab Ratu Tenny Leriva mengapresiasi kolaborasi Dinas Perpustakaan, IPI Sumsel, dan UIN Raden Fatah dalam menyelenggarakan kegiatan inklusif ini.
“Bahasa isyarat bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan jembatan empati dan wujud penghormatan terhadap keberagaman. Saudara-saudara kita penyandang disabilitas tuli adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama dalam mengakses informasi, pendidikan, dan layanan publik, termasuk layanan perpustakaan,” ujar Kak Iva.
Ia menegaskan perpustakaan sebagai pusat literasi sepanjang hayat memiliki tanggung jawab menyediakan layanan yang ramah dan inklusif. Untuk itu, pustakawan diharapkan memiliki kemampuan dasar berbahasa isyarat agar dapat berkomunikasi efektif dengan pemustaka tuli.
“Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan berbahasa isyarat, tetapi juga mampu menularkannya ke lingkungan sekitar. Kebutuhan akan relawan bahasa isyarat masih sangat besar,” lanjutnya.
Mengutip data WHO, sekitar 5 persen populasi dunia atau kurang lebih 430 juta orang mengalami gangguan pendengaran signifikan. Sementara di Indonesia, berdasarkan BPS 2023, diperkirakan terdapat sekitar 22,97 juta penyandang Tuli.
Kak Iva juga menyampaikan Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel telah menghadirkan Kelas Asik Literasi dengan materi bahasa isyarat. Selain pembelajaran langsung, masyarakat juga bisa mengakses materi melalui platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok yang dikelola komunitas pemerhati disabilitas secara gratis.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata mendukung terwujudnya masyarakat yang inklusif, setara, dan berkeadilan,” pungkasnya.
Senada, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan Fitriana, S.Sos., M.Si dalam sambutannya menyampaikan “Perpustakaan memiliki 5 fungsi utama, yakni pendidikan, penelitian, informasi, rekreasi, dan pelestarian. Melalui kelas ini kita wujudkan fungsi tersebut secara inklusif,” ujar Fitriana.
Ia menjelaskan, Kelas Literasi Bahasa Isyarat bertujuan untuk memperkenalkan literasi bahasa isyarat kepada masyarakat, memberikan kesetaraan informasi dan peran bagi teman tuli, serta mendorong lahirnya juru bahasa isyarat sebagai peluang kerja baru.
“Sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah masyarakat yang mampu berkomunikasi dengan bahasa isyarat,” tambahnya.
Fitriana juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemprov Sumsel, antara lain; 20 Februari 2022 Gubernur Sumsel H. Herman Deru meluncurkan Gerakan Literasi Bahasa Isyarat di Taman Budaya Palembang, 15 Januari 2026 Launching Pekan Literasi Bahasa Isyarat. Selain itu juga dilaksanakan Workshop bersama Duta Literasi Sumsel di berbagai sekolah dan perguruan tinggi, Kerja sama dengan LRT Sumsel dan PT. Grab Indonesia dan Pengembangan Kelas Asik Bahasa Isyarat untuk sosialisasi ke teman dengar.
“Inovasi ini turut mengantarkan Provinsi Sumsel meraih Juara I IGA Tingkat Nasional pada tahun 2023,” tegasnya. (*).















