JURNAL10.COM, PALEMBANG – Aura penuh semangat terpancar di Aula Asrama Haji Sumatera Selatan pada Rabu (22/4/2026). Sebanyak 443 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 2 resmi memasuki asrama. Jemaah yang berasal dari gabungan Kabupaten Lahat dan Kota Palembang ini dijadwalkan akan bertolak menuju Madinah pada Kamis besok.
Setibanya di lokasi, para jemaah langsung disambut dengan prosedur pelayanan satu pintu. Panitia penyelenggara bersama tim kesehatan embarkasi memberikan pengarahan intensif mengenai teknis keberangkatan serta pengecekan kondisi fisik guna memastikan seluruh tamu Allah dalam keadaan bugar.
Dalam prosesi tersebut, jemaah menerima hak dan kelengkapan utama seperti uang Living Cost sebesar 750 riyal, Gelang Identitas, serta Kartu Nusuk sebagai dokumen akses resmi untuk layanan ibadah di Tanah Suci.
Aturan Ketat Selama Karantina 24 Jam
Sebelum terbang, seluruh jemaah diwajibkan menjalani masa karantina selama 24 jam di lingkungan asrama. Pihak panitia menerapkan aturan ketat guna menjaga sterilisasi, termasuk larangan mengonsumsi makanan dari luar asrama. Hal ini dilakukan untuk menjamin higienitas asupan jemaah agar tidak terjadi gangguan kesehatan menjelang keberangkatan.
“Fokus kami adalah perlindungan jemaah. Dengan karantina ini, mereka bisa beristirahat total dan asupan gizinya pun terpantau langsung oleh tim medis,” ungkap Ketua PPIH Embarkasi Palembang, M. Arkan Nurwahiddin.
Di asrama haji, para jemaah juga dibekali dengan materi pemantapan manasik. Sesi ini menjadi momen krusial untuk mengulas kembali tata cara ibadah secara detail, sehingga jemaah memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang sebelum menginjakkan kaki di Madinah. (DNL).













