banner 728x210

FKPM Bersama Warga Gagalkan Tambang Emas Ilegal di Taluk Lintau Buo, Mengaku Dibeking

  • Bagikan
banner 468x60

TANAH DATAR, JURNAL10.COM — Diduga melalukan penambangan emas ilegal, tiga orang operator bersama mesin serta peralatan dan perlengkapan yang digunan diamankan oleh warga bersama Pemuda dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) serta Pemerintah Nagari Taluk, Selasa (10/5) sekira pukul 15.00 Wib.

Ketiga operator bersama barang bukti berupa mesin dompeng dan peralatan lainnya langsung diamankan ke Kantor Wali Nagari Taluk. Hingga Selasa sore, ketiga operator dan barang bukti masih diproses pihak Pemerintah Nagari bersama pemuda dan FKPM serta warga untuk ditindak lanjuti.

Ketiga operator tersebut diduga telah melakukan penambangan emas ilegal di kawasan Sungai Batang Selo, tepatnya dibelakang Masjid Nurul Falah, Lekok, Jorong Aliran Sungai, Nagari Taluk.

Ketua FKPM Nagari Taluk Wasis Putra Pratama, didampingi Ketua Pemuda Ersa Pondra saat ditemui di Kantor Wali Nagari Taluk Selasa sore menyebut, jika ketiga operator itu telah dua hari melakukan upaya penambangan emas secara ilegal di kawasan tersebut.

“Pada hari pertama mereka masih memakai dulang, namun tadi telah memakai mesin. Hal itu tentu saja tidak bisa dibiarkan,” ujar Wasis.

Warga dan pemuda serta FKPM sebelumnya juga sudah mengawasi dan mengamati prilaku operator yang ternyata warga luar Nagari Taluk tersebut.

“Sebelumnya kejadian serupa juga terjadi menjelang Ramadhan kemarin, namun ri Batang Sinamar. Saat itu kami kecolongan karena mereka keburu kabur,” terangnya.

Oleh karena itu sebutnya, karena tidak ingin kecolongan lagi, pihaknya bersama warga dan pemuda langsung melakukan aksi agar tidak berlarut-larut.

“Tadi pas kami sampai di lokasi, mereka kami hentikan dan kami tanyai, ternyata mereka bukan warga kita. Kami langsung lakukan pengamanan dan membawa mereka serta alat-alat ke kantor wali nagari,” jelasnya.

Dari hasil kesepakatan bersama, tindakan ini akan dilaporkan ke pihak berwajib. “Karena saat ditanyai tadi kepada operatornya ada yang mengaku dibekingi oknum. Oleh karena itu kami ingin hal ini diproses secara hukum juga,” katanya.

Wasis menyebut, area yang dijadikan oleh penambang liar itu, dahulunya menurut cerita orang tua-tua disana memang merupakan kawasan yang ada emasnya.

“Cerita dari para tetua dahulu begitu, namun yang kami cemaskan jika dilakukan penambangan nantinya akan merusak lingkungan. Karena disana ada sawah, ada mata pencaharian warga juga dikawasan itu,” ujarnya.

Wasis menyebutkan, banyak daerah yang dijadikan kawasan tambang ilegal yang rusak setelah ditambang. “Kita tidak ingin hal itu terjadi juga di daerah kita,” tukasnya.

Untuk antisipasi kedepan agar tidak terjadi lagi hal serupa, akan dilakukan pemberdayaan terhadap masyarakat agar tidak mudah diimingi oleh pihak tertentu yang ingin memanfaatkan lahan warga yang berpotensi dijadikan lahan tambang.

Hingga Selasa sore sekira pukul 18.00 Wib, ketiga operator bersama barang bukti mesin dompeng, Slang, serta karpet serta peralatan dan perlengkapan tambang lainnya masih diproses di Kantor Wali Nagari Taluk, dan menunggu kedatangan pihak berwajib. (**)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *