JURNAL10, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, menerima audiensi Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kantor Wilayah Sumsel dan Bangka Belitung di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (23/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penyampaian laporan capaian kinerja tahun 2025 sekaligus pembahasan target dan strategi program tahun 2026.
Dalam audiensi tersebut, Pimwil Bulog Kanwil Sumsel–Babel, Mersi Windrayani, memaparkan realisasi pengadaan komoditas strategis sepanjang 2025 yang menunjukkan tren positif. Untuk pengadaan setara beras, realisasi mencapai 140.237 ton atau melampaui target 131.530 ton. Sementara itu, pengadaan jagung terealisasi 5.793,45 ton dari target 19.850 ton.
Menurut Mersi, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah melalui dinas terkait di kabupaten/kota yang memperpanjang masa tanam dan memperkuat koordinasi di lapangan. Sinergi tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan strategis.
Dari sisi penyaluran, sepanjang 2025 Bulog Sumsel–Babel telah merealisasikan distribusi beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 20.189 ton dan akan terus berlanjut pada 2026. Selain itu, pada Februari hingga Maret 2026 direncanakan penyaluran bantuan pangan serta bantuan minyak goreng bagi masyarakat guna menjaga daya beli dan stabilitas harga.
Kanwil Bulog Sumsel–Babel saat ini membawahi tiga kantor cabang utama di Sumatera Selatan, yakni Lahat, OKU, dan Lubuk Linggau, dengan total 44 unit gudang berkapasitas lebih dari 100 ribu ton. Meski demikian, luasnya wilayah kerja menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan evaluasi zonasi distribusi, termasuk penguatan stok di Muara Enim sebagai salah satu titik strategis.
Untuk tahun 2026, Bulog Sumsel–Babel menargetkan pengadaan 172.682 ton setara beras atau Cadangan Beras Pemerintah (CBP), 75.000 ton jagung, serta 946 ton kedelai. Hingga Januari 2026, realisasi pengadaan jagung telah mencapai sekitar 26 persen dari target awal tahun.
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi atas kinerja Bulog yang dinilai semakin baik, terutama dalam penyerapan hasil panen petani dan minimnya keluhan masyarakat terkait mutu maupun distribusi beras.
“Secara umum yang saya dengar dan terima, saya tidak banyak menerima keluhan. Soal penyerapan, mutu, dan penyaluran beras relatif minim keluhan. Ini menunjukkan kerja yang baik dan patut diapresiasi,” ujar Deru.
Ia juga menegaskan bahwa jaminan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) saat ini tidak lagi menimbulkan persoalan berarti di tingkat petani. Bahkan, harga pembelian oleh swasta dinilai lebih kompetitif sehingga ruang permainan harga semakin sempit.
“Jaminan HPP tidak ada keluhan lagi. Namun, yang terpenting adalah kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Menurut Deru, kinerja Bulog yang stabil dan terukur merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan. (DNL/Ril).













