JURNAL10.COM, PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kembali menunjukkan implementasi nyata program “Polri Penolong” melalui aksi kemanusiaan personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumsel yang membantu keluarga prasejahtera di Kota Palembang. Kepedulian sosial tersebut diwujudkan dengan membantu pelunasan biaya rumah sakit hingga mendampingi proses pemakaman seorang bayi yang meninggal dunia akibat sakit.
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan oleh personel Ditpolairud Polda Sumsel, Bripda M. Kadapi, terhadap keluarga almarhum bayi Keyvano Affinata Alfarez yang berusia lima bulan. Peristiwa itu terjadi setelah bayi Keyvano menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin, 18 Mei 2026, akibat mengalami koma dan henti napas.
Di tengah situasi duka, pihak keluarga mengalami kesulitan ekonomi karena belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sehingga biaya pengobatan harus ditanggung secara mandiri. Kondisi tersebut membuat keluarga berupaya mencari bantuan untuk menyelesaikan administrasi rumah sakit sebelum jenazah dapat dibawa pulang.
Mendapatkan informasi tersebut, Bripda M. Kadapi secara spontan memberikan bantuan pribadi untuk melunasi sisa biaya administrasi rumah sakit. Setelah seluruh proses administrasi selesai, personel Ditpolairud Polda Sumsel itu juga turut mendampingi keluarga dan membantu proses pengantaran jenazah dari rumah duka di kawasan Lemabang menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Palembang.
Langkah cepat dan humanis tersebut menjadi representasi nyata implementasi Program Presisi Polri dan Commander Wish Polri Penolong yang menekankan pentingnya kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat, khususnya saat warga menghadapi situasi darurat sosial maupun kemanusiaan.
Kehadiran aparat kepolisian dalam membantu masyarakat rentan dinilai memberikan dampak positif terhadap penguatan ketahanan sosial masyarakat. Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, tindakan empati tersebut juga memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong di lingkungan sosial.
Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Heru Agung Nugroho, S.I.K., menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan personelnya merupakan bagian dari nilai pengabdian Polri kepada masyarakat.
“Tindakan ini adalah bentuk nyata implementasi konsep Polri Penolong. Anggota kami di lapangan harus mampu hadir dengan empati dan memberikan pertolongan bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah maupun kesulitan,” ujar Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Heru Agung Nugroho, S.I.K.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Kehadiran anggota Polri saat masyarakat membutuhkan bantuan merupakan bentuk pengabdian nyata untuk menjaga keharmonisan, solidaritas sosial, dan stabilitas kamtibmas di tengah masyarakat,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Aksi sosial yang dilakukan personel Ditpolairud Polda Sumsel tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan menjadi contoh nyata bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan penolong masyarakat dalam berbagai situasi kemanusiaan. (DNL)













