banner 728x210

Museum Istano Pagaruyung, Menanti Benda Pusaka Kerajaan

  • Bagikan
banner 468x60

Oleh : Aldoris Armialdi

ARTIKEL — Pada Selasa 27 Februari 2007 silam, hujan deras diiringi angin kencang menguncang Kota Batusangkar dan sekitarnya, termasuk di kenagarian Pagaruyung, Kecamatan Tanjuang Emas Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Tidak hanya angin kencang, suara petir menyambarpun sangat memekakkan telinga. Sehingga membuat warga sekitar ketakutan untuk keluar rumah.

Namun naas bagi bangunan sejarah peninggalan kerajaan Pagaruyung sebagai Icon Pariwisata Sumatera Barat waktu itu, sore hari itu, atap bagian Istano Pagaruyung disambar petir, seketika api menjilati atap yang memang dilapisi oleh ijuk itu.

Benda-benda peninggalan kerajaan Pagaruyung saat kejadian itu, banyak yang mengira sudah ludes terbakar, perunggu – perunggu kuno buatan tempo dulu, dan benda lainnya, seperti dokumen dan peralatan lainnya sirna dilalap api.

Banyak yang membayangkan, dengan kejadian kebakaran tersebut, bisa mengaburkan sejarah yang ada, tentang kerajaan dan budaya Minangkabau. Ornamen-ornamen yang memiliki makna dan filosofi hidup sebagai bukti sejarah yang mendunia akan meruntuhkan kembali marwah orang Minangkabau nantinya.

Dan dugaaan itupun pernah ditepis oleh tersebut oleh pewaris Pagaruyung Puti Reno Raudha Thaib, pasca kebakaran itu. Ia menyebutkan jika 65% benda dan dokumen sejarah koleksi istana bisa diselamatkan, saat api belum menghanguskan seluruh bangunan.

Dan saat ini, sebanyak 79 benda pusaka bersejarah koleksi kerajaan Pagaruyung, yang bernilai tinggi, hingga kini diamankan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Tanah Datar.

Dan sebagai pemiliknya, istano Pagaruyung yang akan menjadi sebuah museum sejarah dan budaya Minangkabau menanti kedatangan benda benda pusaka kerajaan itu, agar masyarakat segera mengetahui bukti sejarah ke emasan kerajaan Pagaruyung tersebut.

Menurut Kasi Kebudayaan Dinas Pendidikan Tanah Datar, Ariswandi jika benda benda bersejarah seperti canang, gong, talempong, pot bunga tembaga dan tempat yang terbuat dari tembaga lainnya akan segera dibawa ke Museum Istano Pagaruyung.

“Kita akan cari momen yang tepat, kapan akan kita antarkan ke museum Istano Pagaruyung. Rencana, benda bersejarah itu akan kita antarkan ke Museum Istano Pagaruyung memakai prosesi adat,” sebut Ariswandi.

Kejadian yang sangat mengejutkan pada 27 Januari 2007 silam itu, hampir meludeskan bukti sejarah adanya Kerajaan Pagaruyung. Salah satu yang menjadi ciri khas rumah gadang, rangkiang (lumbung padi, red) ludes terbakar termasuk sejumlah dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah turut musnah.

Beberapa benda pusaka yang berhasil diselamatkan dan dinantikan beralih ke Museum Istano Pagaruyung, yakni Canang, Gong, Talempong, Pot Bunga Tembaga, Wadah Tertutup (tempat buang air ludah), Tempat Sirih, Ceret Tembaga, Guci, Piring, Mangkok, Teko, Penutup Mangkok, Botol Arak, Meriam Tanpa Muncung, Tempayan, Carano Perak, Belango Tembaga, Dulang Kayu dan beberapa benda lainnya termasuk lukisan Tuangku Yang Dipertuan Alam Bagagarsyah Johan Berdaulat beserta keris dan beberapa tombak.

Dan pasca kejadian kebakaran tersebut, Bupati Tanah Datar saat itu, bapak Shadiq Pasadique langsung membentuk tim penyelamatan benda-benda bersejarah yang diselamatkan dari kebakaran Istana Pagaruyung dan menunjuk Kepala BP3 Batusangkar sebagai koordinator tim.

“Akibat kebakaran Istano Pagaruyung, ada sekitar 35 persen dokumen dan benda-benda bersejarah koleksi Istana Pagaruyung tidak bisa diselamatkan. Sedangkan 65 persen lainnya, dan dokumen sejarah koleksi istana bisa diselamatkan. Dan benda-benda yang tidak bisa diselamatkan adalah yang berada di lantai dua dan tiga yang umumnya dari perunggu, keramik dan talam. Petugas tidak bisa menyelamatkan benda-benda itu, karena lantai dua dan tiga tidak bisa ditembus lagi akibat asap dan jilatan api,” ungkap Shadiq kala itu. (**)

Sumber :
1. Wikipedia
2. www.goodnewsfromindonesia.id dengan judul ” Indahnya Istano Basa Yang Tidak Akan Pudar, Meski Beberapa Kali Terbakar”
3. www.kebudayaan.kemdikbud.go.id

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan