BeritaSumsel

Pemprov Sumsel Apresiasi Kegiatan Literasi Keuangan Syariah Kepada Wirausaha Muslimah Inisiasi OJK Sumsel

1
×

Pemprov Sumsel Apresiasi Kegiatan Literasi Keuangan Syariah Kepada Wirausaha Muslimah Inisiasi OJK Sumsel

Sebarkan artikel ini

JURNAL10, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Perpustakaan (Dispustaka) Provinsi Sumsel mengapresiasi kegiatan Literasi Keuangan Syariah ‘Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah’ (SICANTIKS) yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel, Rabu (11/3).

Kepala Dispustaka Provinsi Sumsel, Fitriana, S.Sos., M.Si
Kepala Dispustaka Provinsi Sumsel, Fitriana, S.Sos., M.Si

Dalam sambutannya, Kepala Dispustaka Provinsi Sumsel, Fitriana, S.Sos., M.Si mengatakan, atas nama Pemprov Sumsel kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada OJK Provinsi Sumsel atas komitmen dan inisiatifnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan masyarakat, khususnya kepada para wirausaha muslimah yang memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Sebagaimana dipahami bersama, literasi saat ini tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami serta mengelola berbagai aspek kehidupan, termasuk literasi keuangan. “Dengan literasi keuangan yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan ekonomi secara bijak, terencana, serta sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” tutur Fitriana.

Dikatakan, Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya memperkuat gerakan literasi di masyarakat. Salah satunya melalui Festival Literasi Sumatera Selatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2020, sebagai ruang ekspresi, kreativitas, dan kolaborasi masyarakat dalam membangun budaya literasi, juga peran besar Duta Literasi Sumatera Selatan, dr. Ratu Tenny Leriva, M.M, yang terus mengembangkan inovasi serta memperluas jangkauan kegiatan literasi di Sumatera Selatan.

Festival Literasi yang terakhir dilaksanakan pada 6–8 November 2025 di Asrama Haji Palembang menghadirkan berbagai kegiatan literasi, mulai dari lomba literasi baca tulis, literasi digital, literasi budaya, hingga literasi numerasi yang diikuti ratusan peserta dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan bahwa gerakan literasi telah tumbuh menjadi gerakan bersama di Sumatera Selatan, bahkan telah diadopsi oleh beberapa kabupaten dan kota.

“Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir semakin banyak wirausaha muslimah yang cakap mengelola keuangan, tangguh mengembangkan usaha, serta menjadi agen literasi di masyarakat. Sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendukung Program Sumsel Religius Ber-Ekonomi Syariah, serta visi pembangunan daerah yaitu “Sumatera Selatan Maju Terus untuk Semua.” tukas Fitriana.

Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto
Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto

Senada, Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, saat dibincangi mengatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan terus berkomitmen untuk mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor. Ia menyebut peran perempuan menjadi kunci utama dalam menggerakkan sektor UMKM di daerah ini.

Menurut Arifin, sekitar 90 persen pelaku UMKM justru didominasi oleh perempuan. Data yang dimiliki OJK menunjukkan, jumlah UMKM di wilayah Palembang dan Sumatera Selatan mencapai hampir 1,6 juta unit usaha, dengan sekitar 240 ribu di antaranya berada di Kota Palembang. Meski pertumbuhannya cukup baik, sebagian besar UMKM dinilai masih belum mampu naik ke level yang lebih tinggi.

“UMKM kita berkembang bagus, tapi banyak yang belum naik level. Karena itu kita buat berbagai kegiatan agar UMKM bisa naik kelas, tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” tukas Arifin.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor OJK ini turut di hadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumsel, Ny. Hj. Desy Kasnayati Edward Chandra, Pimpinan Organisasi Wirausaha Muslimah, Organisasi Wanita, OPD terkait serta undangan lainnya. (*).