JURNAL10, PALEMBANG – SMK Negeri 5 Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia melalui kegiatan Pesantren Ramadan Tahun Ajaran 2025–2026.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin (9/3) hingga Jumat (13/3), tersebut ditutup secara khidmat dengan peringatan Nuzulul Qur’an serta aksi sosial pembagian santunan kepada siswa kurang mampu dan panti asuhan.
Sejak hari pertama pelaksanaan, suasana religius terasa begitu kental di lingkungan sekolah. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias, mulai dari kajian keislaman, praktik ibadah, tadarus Al-Qur’an, hingga diskusi interaktif bersama narasumber yang dihadirkan khusus untuk memperkaya wawasan keagamaan mereka.
Kepala SMKN 5 Palembang, Bambang Riadi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berjalan tertib dan penuh makna. Ia menilai Pesantren Ramadan tahun ini memberikan dampak positif tidak hanya dalam peningkatan pemahaman keagamaan siswa, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan sikap sosial mereka.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan. Kami sengaja menghadirkan narasumber dari luar sekolah agar siswa mendapatkan perspektif yang lebih luas dan mendalam, mulai dari cara menggali kandungan Al-Qur’an, memahami manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, hingga pembelajaran praktis seperti thaharah dan tata cara sholat yang benar,” ujar Bambang Riadi saat ditemui di lingkungan sekolah, Jumat (13/3).
Menurutnya, Pesantren Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari strategi pendidikan karakter yang terintegrasi.
Ia menegaskan bahwa pendidikan spiritual memiliki peran penting dalam membangun ketangguhan mental dan moral siswa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kami ingin anak-anak memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Di era digital seperti sekarang, mereka dihadapkan pada berbagai pengaruh. Maka pondasi iman dan akhlak harus diperkuat agar mereka tidak mudah tergerus arus negatif,” tambahnya.
Tidak hanya berfokus pada materi di dalam kelas, kegiatan Pesantren Ramadan juga menjadi momentum bagi siswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial secara nyata. Melalui kolaborasi antara ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis), Teater, dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), para siswa menginisiasi kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat serta penyaluran paket santunan.
Puluhan paket bantuan sosial berhasil dihimpun dan disalurkan selama kegiatan berlangsung. Sebanyak 27 paket diberikan kepada siswa internal yang membutuhkan, sementara 29 paket lainnya dikirimkan ke panti asuhan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Kegiatan sosial ini murni inisiatif dan gerakan dari para siswa. Mereka yang merancang, menggalang, dan menyalurkan bantuan. Sekolah dan Komite hanya mendukung dan memfasilitasi. Ini yang membuat kami bangga, karena nilai empati dan kepedulian tumbuh dari kesadaran mereka sendiri,” jelas Bambang.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pesantren Ramadan yang juga Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMKN 5 Palembang, Neli Edi, S.Ag., menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini adalah “Meningkatkan Keimanan dan Ketangguhan Siswa Terhadap Allah SWT.” Tema tersebut dipilih sebagai refleksi atas pentingnya membangun generasi yang memiliki kekuatan spiritual sebagai landasan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Menurut Neli, kegiatan dirancang tidak hanya dalam bentuk ceramah satu arah, tetapi juga melalui praktik langsung agar siswa memahami sekaligus membiasakan diri dalam menjalankan ibadah dengan benar.
“Kami memberikan penekanan khusus pada pemahaman thaharah, adab sebelum sholat, tata cara sholat berjamaah, termasuk bagi makmum masbuq. Hal-hal mendasar seperti ini harus benar-benar dipahami dan dipraktikkan agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan,” terangnya.
Ia menambahkan, pembinaan akhlak menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut. Para siswa didorong untuk memperbaiki sikap, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun kebiasaan positif selama Ramadan yang diharapkan terus berlanjut setelah bulan suci berakhir.
“Fokus utama kami adalah pembentukan akhlak. Kami ingin anak-anak menjadi pribadi yang lebih santun, lebih disiplin, lebih peduli, dan memiliki ketangguhan iman yang kuat. Ramadan menjadi momentum terbaik untuk membentuk kebiasaan baik itu,” ujarnya.
Penutupan kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an berlangsung penuh kekhusyukan. Dalam kesempatan tersebut, siswa diajak untuk kembali merenungkan makna turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Suasana haru dan kebersamaan terasa saat santunan diserahkan kepada para penerima manfaat.
Pihak sekolah berharap, seluruh nilai dan pembelajaran yang diperoleh selama Pesantren Ramadan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik awal perubahan positif dalam perilaku dan pola pikir siswa.
“Kami berharap apa yang sudah dipelajari dan dipraktikkan selama lima hari ini bisa terus dijaga dan diamalkan. Tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat,” tutup Bambang Riadi.
Dengan berakhirnya Pesantren Ramadan 2025–2026, SMKN 5 Palembang kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan terampil di bidang kejuruan, tetapi juga generasi muda yang beriman, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (DNL)















