JURNAL10, PALEMBANG – SMA Negeri 8 Palembang menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah yang dimulai pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan karakter dan penguatan spiritual peserta didik selama bulan suci Ramadhan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 8 Palembang, H. Muhammad Edwar, M.Pd., mengatakan bahwa pesantren Ramadhan tahun ini mengusung tema “Meningkatkan Karakter dan Kepedulian Siswa terhadap Sesama serta Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.”
Menurutnya, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai agenda rutin tahunan, tetapi sebagai sarana pembentukan karakter siswa secara menyeluruh.
“Melalui Pesantren Ramadhan, kami ingin membentuk siswa yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta semakin kuat iman dan takwanya,” ujarnya.
Hari pertama kegiatan diisi dengan pembukaan resmi dan tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Farezal Zunaidi dari UIN Raden Fatah Palembang.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan karakter, pembacaan Al-Qur’an, sejarah turunnya Al-Qur’an, serta refleksi peringatan Nuzulul Qur’an.
Memasuki hari kedua, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Zulfikor. Dalam ceramahnya, ia membahas lima bentuk hidayah dari Allah SWT, yakni Hidayah Ilhamiyah (naluri sejak lahir), Hidayah Hissiyah (kemampuan panca indera), Hidayah Aqliyah (akal untuk membedakan benar dan salah), Hidayah Diniyah (petunjuk agama), dan Hidayah Taufiqiyah (pertolongan Allah untuk beramal saleh). Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam memanfaatkan potensi diri untuk kebaikan.
Pada hari ketiga, kegiatan diisi dengan lomba sambung ayat Al-Qur’an dan lomba nasyid antar kelas yang dilaksanakan di Mushola Bina Ilmi. Dalam lomba sambung ayat, juri membacakan potongan ayat yang kemudian dilanjutkan oleh perwakilan siswa dari masing-masing kelas.
Selain kegiatan materi dan lomba, pembiasaan ibadah menjadi bagian penting dalam rangkaian pesantren Ramadhan ini. Seluruh siswa dan guru melaksanakan salat Zuhur berjamaah setiap hari. Pada malam hari, sekolah juga menggelar buka puasa bersama dan salat Tarawih berjamaah untuk mempererat kebersamaan.
Sebagai penutup, pada Kamis dijadwalkan kegiatan bakti sosial ke empat panti asuhan di Kota Palembang. Bantuan yang disalurkan berasal dari sumbangan sukarela guru dan siswa tanpa unsur paksaan.
H. Muhammad Edwar menegaskan, kegiatan bakti sosial ini bertujuan menumbuhkan empati dan kepedulian siswa terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.
“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari pendidikan karakter agar siswa memiliki rasa tanggung jawab sosial,” katanya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMAN 8 Palembang berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. (DNL)














