JURNAL10, PALEMBANG – Suasana Aula SMK Negeri 3 Palembang pada Selasa (10/3/2026) tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 1.000 siswa kelas X dan XI berkumpul untuk mengikuti pembukaan Pesantren Ramadhan dan Peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang akan berlangsung selama tiga hari.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan ini tidak sekadar bersifat seremonial. Pihak sekolah menekankan pembinaan karakter dan penguatan kualitas ibadah sebagai fokus utama pelaksanaan pesantren Ramadhan tahun ini.
Kepala SMK Negeri 3 Palembang, Masni Dewi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengajak para siswa menjadikan bulan suci sebagai momentum refleksi dan perbaikan diri.
“Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas diri. Mari kita manfaatkan bulan ini untuk memperbaiki ibadah, memperkuat iman, dan membangun karakter yang lebih baik,” ujarnya.
Pada hari pertama, kegiatan langsung diisi dengan evaluasi kemampuan dasar ibadah siswa. Ketua Pelaksana sekaligus Pembina Rohis, Ismail Andigo, S.Ag., menjelaskan bahwa mulai pukul 09.30 WIB siswa dibagi ke dalam 30 kelompok untuk melaksanakan khataman Al-Quran serta pengecekan bacaan salat.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memetakan kemampuan siswa dalam membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwid sekaligus memastikan ketepatan bacaan dan gerakan salat.
“Dari evaluasi yang kami lakukan, masih ada beberapa siswa yang membutuhkan pembinaan lebih lanjut dalam membaca Al-Quran. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pendampingan agar ibadah mereka semakin baik dan benar,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan selanjutnya dirancang variatif agar tetap menarik dan edukatif. Pada hari kedua, digelar Lomba Dai dan Lomba Doa yang bertujuan melatih keberanian, kemampuan komunikasi, serta pemahaman keagamaan siswa.
Ketua Rohis SMKN 3 Palembang, Muhammad Wahyu Al Kahfi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wadah pengembangan karakter.
“Kami ingin membentuk mental siswa agar percaya diri berbicara di depan umum dan mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Ini bagian dari pembinaan kepemimpinan,” ungkapnya.
Sebanyak 50 anggota Rohis terlibat aktif dalam kepanitiaan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Pesantren Ramadhan akan ditutup pada hari ketiga dengan peringatan Nuzulul Quran yang menghadirkan penceramah untuk memberikan tausiyah kepada seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap nilai-nilai spiritual yang ditanamkan tidak hanya berdampak selama bulan Ramadhan, tetapi juga berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari siswa. (DNL)














