Berita

Pondok Ramadan SMA Negeri Sumsel Digelar Dua Pekan, Perkuat Iman dan Literasi Islami Siswa

6
×

Pondok Ramadan SMA Negeri Sumsel Digelar Dua Pekan, Perkuat Iman dan Literasi Islami Siswa

Sebarkan artikel ini

JURNAL10, PALEMBANG – Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan di sekolah yang dipimpinnya tidak berlangsung singkat. Selama dua pekan penuh, sekolah menggelar program Pondok Ramadan dengan beragam agenda keagamaan dan literasi Islami yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.

Menurut Iswan, Pesantren Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari strategi pembinaan karakter religius siswa. Program ini diisi dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, pembiasaan ibadah sunnah, serta berbagai lomba bernuansa Islami yang melibatkan seluruh peserta didik.

“SMA Negeri Sumsel setiap tahun memberikan penekanan khusus pada pembinaan ibadah selama Ramadan. Kami mendorong siswa untuk memperbanyak amalan, termasuk membaca Al-Qur’an setiap hari sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan spiritual,” ujarnya.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah lomba literasi Islami bertajuk “Lolipops”. Kegiatan ini diketuai oleh Ade Nawang Sari dan dirancang sebagai kompetisi edukatif sekaligus kompetitif guna meningkatkan wawasan keislaman siswa.

Ia menjelaskan, “Lolipops” menghadirkan konsep cerdas cermat keislaman yang dikemas menarik dan interaktif. Materi lomba mencakup pemahaman Al-Qur’an, hadis, sejarah Islam, hingga pengetahuan umum bernuansa Islami.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diuji kemampuan akademiknya, tetapi juga diajak memperdalam pemahaman agama secara menyenangkan.

“Tujuan utama kami adalah menumbuhkan semangat belajar agama melalui kompetisi yang sehat. Dengan format yang dinamis, siswa menjadi lebih antusias dan termotivasi untuk memperluas wawasan keislaman mereka,” jelasnya.

Selama pelaksanaan Pesantren Ramadan, antusiasme siswa terlihat tinggi. Selain mengikuti kajian dan lomba, para siswa juga berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah pribadi. Bahkan, sejumlah siswa tercatat mampu mengkhatamkan Al-Qur’an dua hingga tiga kali dalam satu bulan Ramadan.

Pihak sekolah menilai capaian tersebut sebagai indikator keberhasilan pembinaan spiritual yang dilakukan secara konsisten. Iswan menambahkan, pembiasaan ibadah yang ditanamkan selama Ramadan diharapkan dapat terus berlanjut di luar bulan suci.

“Ramadan menjadi momentum pembentukan karakter. Harapan kami, nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan semangat beribadah yang tumbuh selama dua pekan ini dapat menjadi kebiasaan positif yang melekat dalam kehidupan sehari-hari siswa,” tutupnya. (DNL)