BeritaPendidikan

Ramadan 1447 H, SMAN 4 Palembang Perkuat Karakter Siswa Lewat Program Spiritual dan Aksi Sosial

3
×

Ramadan 1447 H, SMAN 4 Palembang Perkuat Karakter Siswa Lewat Program Spiritual dan Aksi Sosial

Sebarkan artikel ini

JURNAL10, Palembang – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan SMA Negeri 4 Palembang sebagai momentum strategis untuk memperkuat pembentukan karakter generasi muda.

Tidak sekadar menjalankan ibadah puasa, sekolah yang berada di kawasan strategis Kota Palembang ini menyusun rangkaian kegiatan yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari spiritual, intelektual hingga kepedulian sosial.

Kepala SMA Negeri 4 Palembang, Sutami Hamdani, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang digelar selama Ramadan merupakan wujud komitmen bersama dalam membangun generasi yang berakhlak, disiplin, dan berprestasi.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan program Ramadan di sekolah tidak terlepas dari dedikasi serta kerja sama seluruh elemen sekolah, mulai dari dewan guru, tenaga kependidikan hingga para siswa.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini adalah hasil dari dedikasi, loyalitas, serta kerja sama kolektif antara guru, pegawai, dan siswa. Kami ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keimanan bagi seluruh warga sekolah,” ujar Sutami.

Salah satu program yang menjadi ciri khas kegiatan Ramadan di SMAN 4 Palembang adalah program “Jam ke-Nol”. Melalui program ini, seluruh siswa memulai aktivitas belajar dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an secara rutin setiap pagi selama sebulan penuh.

Kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an, tetapi juga membangun suasana religius di lingkungan sekolah sejak awal hari.

Memasuki pertengahan Ramadan, sekolah juga menggelar Pesantren Ramadan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 23–24 Maret. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan pembagian sesi khusus antara peserta laki-laki dan perempuan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 4 Palembang, Linda Zahara, SE., M.Si., menjelaskan bahwa pemisahan sesi tersebut dilakukan agar materi yang disampaikan lebih relevan dan siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman.

“Kami membagi sesi khusus laki-laki dan perempuan agar materi yang disampaikan lebih relevan. Ada hal-hal yang bersifat privasi dan spesifik yang memang perlu dibahas secara terpisah, sehingga siswa lebih nyaman dalam sesi sharing maupun diskusi,” jelas Linda.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh pemateri dalam kegiatan Pesantren Ramadan berasal dari internal sekolah. Para guru yang memiliki kompetensi keagamaan dipercaya untuk menyampaikan materi keislaman kepada para siswa.

Langkah ini, menurut Linda, sekaligus menunjukkan bahwa sumber daya manusia di SMAN 4 Palembang memiliki kapasitas yang mumpuni dan mampu menjadi teladan langsung bagi para peserta didik.

“Guru-guru kami banyak yang merupakan ustaz yang kompeten. Ini juga menjadi bukti bahwa tenaga pendidik di SMAN 4 tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menjadi panutan dalam pembinaan karakter dan spiritual siswa,” tambahnya.

Meski di tengah padatnya agenda akademik seperti Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) bagi siswa kelas X dan XI serta Ujian Sumatif Akhir Semester untuk kelas XII se-Sumatera Selatan, para siswa SMAN 4 Palembang tetap menunjukkan eksistensi dan prestasi.

Salah satunya melalui keikutsertaan dalam ajang Semarak Harmonisasi Ramadan yang digelar di SMA Negeri Sumatera Selatan. Dalam kegiatan tersebut, kontingen SMAN 4 tampil memukau melalui berbagai penampilan dan kegiatan.

Perhatian khusus bahkan tertuju pada stan Bazar Ramadan yang dikelola oleh ekstrakurikuler Cooking Club SMAN 4 Palembang. Stan tersebut menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung, termasuk para pejabat daerah yang hadir dalam acara tersebut.

Kepala SMAN 4 Palembang, Sutami Hamdani, mengaku bangga karena stan tersebut juga sempat dikunjungi oleh Gubernur Sumatera Selatan bersama Anggota DPD RI sekaligus Duta Literasi Sumsel, dr. Ratu Tenny Leriva, M.M.

“Alhamdulillah, Bapak Gubernur bersama anggota DPD RI, Ibu dr. Ratu Tenny Leriva, M.M., berkenan mampir ke stan kami. Bahkan Bapak Gubernur sempat bercanda sambil menyampaikan pesan filosofis tentang garis tangan yang pada intinya memotivasi siswa untuk menjadi orang hebat melalui perjuangan dan kompetisi,” kenang Sutami.

Tidak hanya fokus pada kegiatan internal sekolah, semangat Ramadan juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dengan mengusung tema “Ramadan Berbagi”.
Salah satunya melalui kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh siswa yang tergabung dalam organisasi Bhakti Ganesha (BGS). Para siswa turun langsung ke masyarakat untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan serta warga sekitar menjelang waktu berbuka puasa.

Selain itu, sekolah juga menggelar kegiatan anjangsana sosial yang menjangkau berbagai lembaga sosial, seperti panti asuhan, panti lanjut usia (lansia), hingga pondok pesantren.
Menariknya, pada tahun ini jumlah donasi yang terkumpul dari guru, pegawai, dan siswa mengalami peningkatan signifikan. Hal tersebut memungkinkan sekolah untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika para siswa mengunjungi panti lansia. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak berinteraksi langsung dengan para penghuni panti yang sebagian besar tinggal jauh dari keluarga.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi empati bagi siswa agar mereka lebih menghargai dan menyayangi keluarga mereka.

Di sisi lain, peran organisasi siswa juga terlihat aktif dalam memeriahkan Ramadan. Ketua OSIS SMAN 4 Palembang, Wahyu Saputra, menjelaskan bahwa OSIS berkolaborasi dengan organisasi Rohani Islam (ROHIS) dalam menggerakkan berbagai kegiatan positif.

Selain menggalang donasi secara langsung, mereka juga memanfaatkan media sosial melalui kampanye digital bertajuk “Ngabuburit Bareng OSIS”.
Melalui program tersebut, akun media sosial OSIS setiap hari mengunggah berbagai konten inspiratif selama 30 hari Ramadan, mulai dari kultum singkat, pesan motivasi, hingga kutipan islami yang dikemas secara kreatif dan estetik.

“Tujuannya agar siswa tetap mendapatkan pesan-pesan positif Ramadan, sekaligus memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujar Wahyu.

Seluruh rangkaian kegiatan Ramadan di SMAN 4 Palembang kemudian ditutup dengan acara buka puasa bersama yang diikuti oleh keluarga besar sekolah, komite sekolah, serta para pengurus OSIS, MPK, dan ROHIS.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan Surah Yasin, doa bersama untuk kemajuan sekolah, serta tausiyah keagamaan sebelum seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Menutup rangkaian kegiatan Ramadan, Kepala SMAN 4 Palembang Sutami Hamdani menyampaikan harapannya agar nilai-nilai positif yang dibangun selama Ramadan dapat terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekolah ini adalah rumah kedua bagi para siswa. Kami berharap semangat Ramadan, seperti disiplin, kerja sama, serta penguatan keimanan, tidak berhenti setelah Ramadan berakhir, tetapi tetap menjadi bagian dari karakter siswa,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Ramadan di SMAN 4 Palembang.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Selamat menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya. (DNL)