JURNAL10.COM, PALEMBANG – Asrama Haji Embarkasi Palembang menyambut kedatangan 445 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 5 dengan standar pelayanan prima pada Senin siang (27/4/2026). Selain memprioritaskan jemaah lansia, fokus utama kali ini adalah memastikan setiap jemaah memegang “kartu sakti” Nusuk yang telah diaktivasi sebelum keberangkatan.
Prioritas Lansia dan Layanan Asrama
Wakil Ketua PPIH Embarkasi Palembang, Hozinul Asror, menjelaskan bahwa Kloter 5 merupakan gabungan jemaah dari dua wilayah di Sumatera Selatan.
“Siang hari ini kita menerima Kloter 5 yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 234 jemaah, dan sisanya dari Kota Palembang. Total ada 445 jemaah,” ujar Hozinul.
Ia menegaskan bahwa pelayanan ramah lansia menjadi prioritas utama. Begitu tiba, jemaah lansia dan disabilitas langsung diarahkan untuk mendapatkan pelayanan khusus. Di asrama, jemaah mendapatkan akomodasi penginapan, gelang identitas, serta Kartu Nusuk yang langsung diaktivasi bagi jemaah yang sehat.
“Sore ini jemaah diutamakan istirahat. Tidak ada latihan manasik lagi karena sudah dilakukan secara terpusat sebelumnya, hanya ada pemantapan berupa tausiah setelah salat,” tambah Hozinul.
Kartu Nusuk: “Nyawa Kedua” Jemaah Haji
Di tempat yang sama, Perwakilan Syarikah Rakeen, Yaser Akbar Syamsudin, memberikan penjelasan mendalam mengenai pentingnya Kartu Nusuk yang dibagikan kepada jemaah di embarkasi. Menurutnya, distribusi di Indonesia dilakukan lebih awal agar jemaah tidak mengalami kesulitan saat tiba di Arab Saudi.
“Kartu Nusuk ini ibarat nyawa kedua bagi jemaah. Tanpa kartu ini, jemaah tidak bisa masuk ke Makkah, Masjidil Haram, Arafah, maupun tempat ibadah lainnya,” tegas Yaser.
Di dalam kartu tersebut terdapat barcode yang menyimpan data krusial, mulai dari identitas diri, lokasi hotel tempat menginap, hingga data Syarikah yang mengeluarkan visa haji. Jika terjadi kendala seperti kartu hilang atau dicuri, pihak Syarikah telah menyiagakan wakil di setiap embarkasi dan di Arab Saudi untuk membantu proses cetak ulang.
Distribusi di Indonesia Lebih Efektif
Yaser menambahkan bahwa pembagian di tanah air jauh lebih efektif dibandingkan jika dilakukan di Arab Saudi yang kondisinya sangat padat oleh jutaan jemaah dari seluruh dunia.
“Kalau di Arab Saudi kita terkendala bahasa dan kondisi negara lain yang sangat ramai. Dengan koordinasi yang baik di Indonesia, masalah bisa dimusyawarahkan secepatnya. Jika ada jemaah yang belum mendapat kartu di sini, wakil kami di bandara atau hotel di Arab Saudi akan langsung memberikannya karena ini adalah tanggung jawab besar bagi kami,” jelasnya.
Pihak Syarikah juga telah melakukan briefing kepada para ketua rombongan (karom) dan ketua kloter agar selalu mengimbau jemaahnya menjaga kartu tersebut dengan ketat dari segala modus kejahatan.
Jemaah Kloter 5 sendiri dijadwalkan akan bertolak dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Madinah pada Selasa (28/4/2026) pukul 13.35 WIB. Dengan aktivasi Kartu Nusuk yang sudah tuntas di embarkasi, para jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan khusyu dan tenang di Tanah Suci. (Dnl).













