BeritaPendidikan

Tanamkan Nilai Akhlak Sejak Dini, SMPN 4 Palembang Tingkatkan Kepedulian di Bulan Suci

4
×

Tanamkan Nilai Akhlak Sejak Dini, SMPN 4 Palembang Tingkatkan Kepedulian di Bulan Suci

Sebarkan artikel ini

JURNAL10, Palembang — SMP Negeri 4 Palembang menggelar kegiatan Pesantren Ramadan sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter dan spiritual peserta didik selama bulan suci Ramadan. Kegiatan yang berlangsung selama satu pekan, mulai Senin hingga Jumat, ini diisi dengan berbagai aktivitas edukatif, keagamaan, serta aksi sosial yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Kepala SMPN 4 Palembang, Dr. Susnaini Julita, S.E., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan tahun ini mengusung tema “Membangun Generasi Muda yang Berakhlak untuk Menuju Prestasi.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para siswa.

Menurut Susnaini, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan keagamaan, tetapi juga menekankan pentingnya pembentukan karakter dan akhlak yang baik bagi generasi muda.

“Dalam kegiatan Pesantren Ramadan ini banyak kegiatan yang kami lakukan, di antaranya perlombaan azan, fashion show busana muslim, serta lomba cerdas cermat keagamaan. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan akhlak menjadi aspek utama yang ditekankan kepada para siswa selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, ilmu pengetahuan yang tinggi tidak akan bermakna apabila tidak diiringi dengan akhlak yang baik.

“Kami menekankan materi yang berkaitan dengan pembentukan akhlak. Karena jika seseorang berilmu tetapi tidak memiliki akhlak yang baik, maka ilmu tersebut akan terasa sia-sia,” jelasnya.

Selama satu minggu pelaksanaan, para siswa juga mendapatkan berbagai materi keagamaan yang disampaikan oleh para ustaz, baik dari lingkungan sekolah maupun dari luar. Materi tersebut mencakup pembinaan akhlak, pemahaman nilai-nilai Ramadan, hingga pentingnya memperkuat keimanan dan kepedulian sosial.

Selain kegiatan pembinaan spiritual, Pesantren Ramadan di SMPN 4 Palembang juga diisi dengan kegiatan sosial berupa penyaluran zakat, infak, dan sedekah.

Bantuan tersebut diberikan kepada siswa yang kurang mampu, warga di sekitar sekolah, serta beberapa tenaga pendidik yang membutuhkan.

Tidak hanya itu, sebagian bantuan juga akan disalurkan kepada lembaga luar seperti pesantren dan panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

“Untuk kegiatan sosial, kami menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada anak-anak yang kurang mampu, warga sekitar sekolah, serta beberapa ibu guru yang membutuhkan. Selain itu, ada juga bantuan yang akan kami salurkan kepada pesantren dan panti asuhan,” katanya.

Tahun ini, jumlah paket bantuan yang disalurkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu sekolah menyalurkan sekitar 250 paket bantuan, maka pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 400 paket. Dari jumlah tersebut, sebanyak 280 paket dibagikan langsung di lingkungan sekolah.

Susnaini menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya partisipasi dan kepedulian warga sekolah dalam kegiatan berbagi tersebut.

“Alhamdulillah tahun ini mengalami peningkatan. Jika tahun sebelumnya sekitar 250 paket, tahun ini kami berhasil menyiapkan lebih dari 400 paket bantuan,” ungkapnya.

Ia berharap momentum bulan suci Ramadan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

“Harapan saya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah dan hikmah ini, anak-anak dapat semakin meningkatkan akhlak mulia dan menumbuhkan rasa kepedulian serta kebiasaan berbagi kepada sesama, baik kepada teman maupun kepada masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.

Kegiatan Pesantren Ramadan ini menjadi salah satu program rutin tahunan SMPN 4 Palembang yang bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial. (DNL)