JURNAL10, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Dr.H. Herman Deru tidak hanya menginisiasi pemulangan WNI asal Sumatera Selatan yang sempat terjebak di Kamboja, tetapi juga menantang mereka untuk memulai usaha di daerah sendiri.
Hal itu disampaikan Herman Deru saat menerima kepulangan para WNI di Auditorium Graha Bina Praja, Palembang, Senin (30/03/2026). Ia menyebut, para pemuda tersebut pergi ke Kamboja karena ingin mencari nafkah, sehingga pemerintah daerah harus hadir memberikan solusi setelah mereka kembali.
“Saya tantang kalian untuk membuka usaha. Saya yang modali. Ini ada 15 orang, coba dibagi menjadi tiga kelompok usaha. Saya yakin kalian bisa menjadi contoh bagi pemuda lain di Sumsel. Tidak perlu pergi jauh ke luar negeri, di sini pun kita bisa berkarya,” tegasnya.
Ia juga meminta Disnakertrans Sumsel untuk memberikan pelatihan sesuai keahlian yang dimiliki para pemuda tersebut. Menurutnya, peluang kerja di Sumsel masih terbuka selama ada kemauan untuk berusaha.
“Dari kejadian ini kita harus mengambil hikmah. Sebenarnya kita bisa berkreasi di sini, di Palembang, tidak perlu jauh-jauh ke Kamboja. Bisa usaha kuliner, bengkel, atau usaha lainnya,” ujarnya.
Pemulangan para WNI tersebut merupakan hasil koordinasi Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Polda Sumatera Selatan dan dukungan Bank Sumsel Babel.
Salah seorang WNI yang telah dipulangkan, Farel Fahrezi, mengaku bersyukur dapat kembali ke Palembang bersama rekan-rekannya.
“Terima kasih Pak Gubernur dan semua pihak yang telah membantu kepulangan kami,” ujarnya.
Kepala Disnakertrans Sumsel Indra Bangsawan sebelumnya melaporkan terdapat 14 WNI asal Sumsel yang terjebak di Kamboja, dari total 15 orang. Satu orang di antaranya pulang secara mandiri. (DNL).













