BeritaSeputar SumselTNI-Polri

Bangun Karakter dan Literasi Digital Sejak Hari Pertama, SMAN 10 Palembang Gelar MPLS Ramah untuk 480 Siswa Baru

×

Bangun Karakter dan Literasi Digital Sejak Hari Pertama, SMAN 10 Palembang Gelar MPLS Ramah untuk 480 Siswa Baru

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG , Jurnal10.com – SMA Negeri 10 Palembang memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai momentum membangun karakter, kedisiplinan, serta literasi digital bagi peserta didik baru. Selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, sebanyak 480 siswa baru mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang dirancang ramah anak, bebas perundungan, dan berorientasi pada pembentukan budaya sekolah yang positif.

Pelaksanaan MPLS mengacu pada petunjuk teknis (Juknis) dari Kementerian Pendidikan dengan mengedepankan prinsip menghargai hak-hak peserta didik. Seluruh kegiatan disusun agar siswa dapat mengenal lingkungan sekolah secara menyenangkan tanpa praktik perpeloncoan maupun bentuk kekerasan lainnya.

Pembina OSIS SMAN 10 Palembang, Pebrianza, S.Pd., M.Sc., mengatakan sebanyak 480 siswa baru tersebut terbagi dalam 12 rombongan belajar. Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi sejak hari pertama, meski terdapat beberapa siswa yang belum dapat mengikuti kegiatan karena alasan kesehatan, termasuk seorang siswa yang sedang menjalani pemeriksaan medis akibat kecelakaan.

“Konsep MPLS tahun ini benar-benar mengedepankan pendekatan yang ramah. Anak-anak diberikan ruang untuk mengenal sekolah, beradaptasi, dan berekspresi tanpa adanya tekanan maupun kekerasan. Ini merupakan arahan pemerintah yang kami laksanakan secara penuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan materi yang diberikan tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat karakter peserta didik. Mulai dari materi Wiyata Mandala, pengenalan budaya sekolah melalui program “Aku dan Sekolahku”, hingga penguatan karakter melalui tema “Aku Anak Indonesia Hebat dan Karakter Kuat”.

Menurut Pebrianza, tantangan yang dihadapi generasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga penggunaan teknologi digital. Karena itu, sekolah menghadirkan sejumlah narasumber eksternal untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada para siswa.

“Sebagian besar materi disampaikan oleh guru dan wali kelas, namun kami juga menggandeng Ruang Guru dan Densus Anti-Teror untuk memberikan edukasi mengenai keadaban digital, keamanan digital, serta bagaimana menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Selain menerima materi di dalam kelas, para siswa juga mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang bertujuan menjaga kebugaran fisik dan meningkatkan semangat belajar. Di antaranya pemeriksaan denyut jantung, latihan fleksibilitas tubuh, serta permainan edukatif yang membangun kerja sama antarsiswa.

Pada hari pertama pelaksanaan MPLS, seluruh warga sekolah juga melaksanakan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk deklarasi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Deklarasi tersebut menegaskan sikap SMAN 10 Palembang dalam menolak segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), serta penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Kepala SMAN 10 Palembang, Lili Rahmawati, S.Pd., M.M., mengatakan MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal membangun karakter siswa selama menempuh pendidikan di jenjang SMA.

Ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru dan berharap mereka dapat memanfaatkan masa MPLS sebagai proses adaptasi yang menyenangkan sekaligus membangun rasa memiliki terhadap sekolah.

“Selamat datang kepada seluruh siswa baru SMAN 10 Palembang. Kami ingin anak-anak merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah ini. Jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar serta mengembangkan potensi diri,” ujar Lili.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk menjaga kesehatan, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, serta tidak ragu menyampaikan berbagai kendala kepada guru maupun wali kelas.

“Harapan kami, melalui MPLS ini lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, berintegritas, mampu memanfaatkan teknologi secara positif, serta mencintai sekolah sebagai tempat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Sebagai penutup rangkaian MPLS, pada hari terakhir para siswa akan diperkenalkan lebih dekat dengan budaya sekolah melalui berbagai kegiatan kreatif. Mereka juga akan menyaksikan penampilan ekstrakurikuler unggulan, seperti Marching Band dan organisasi siswa lainnya, sekaligus unjuk bakat peserta didik baru sebagai wadah menumbuhkan rasa percaya diri dan menggali potensi sejak awal memasuki dunia SMA.

Melalui konsep MPLS Ramah yang mengedepankan pendidikan karakter, keamanan digital, dan lingkungan belajar yang inklusif, SMAN 10 Palembang berharap mampu mencetak peserta didik yang berprestasi, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan era digital.