BeritaPalembangPendidikan

MPLS Ramah SMAN 4 Palembang Tanamkan Disiplin dan Karakter, Siswa Dibidik Tembus PTN 2029

×

MPLS Ramah SMAN 4 Palembang Tanamkan Disiplin dan Karakter, Siswa Dibidik Tembus PTN 2029

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, 13 Juli 2026 – SMA Negeri 4 Palembang memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai momentum membangun fondasi karakter, disiplin, dan budaya berprestasi bagi 360 siswa baru. Sejak hari pertama masuk sekolah, para peserta didorong untuk memiliki visi jangka panjang, yakni mempersiapkan diri meraih bangku Perguruan Tinggi Negeri (PTN) setelah lulus pada tahun 2029.

Kegiatan pembukaan MPLS berlangsung melalui upacara bendera yang dipimpin langsung Kepala SMAN 4 Palembang, Sutami Hamdani, M.Pd. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar agenda pengenalan lingkungan sekolah, melainkan proses awal membentuk karakter dan kebiasaan positif yang akan menjadi bekal siswa selama menempuh pendidikan.

Menurut Sutami, masa transisi dari SMP menuju SMA merupakan fase penting yang menentukan keberhasilan siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Karena itu, sekolah berkomitmen menghadirkan MPLS yang ramah, edukatif, bebas perpeloncoan, serta mengedepankan pendekatan yang humanis.

“Sejak hari pertama kami ingin menanamkan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan. Semua berawal dari kedisiplinan, karakter yang kuat, semangat belajar, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Inilah pondasi yang kami bangun melalui MPLS Ramah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peserta didik berasal dari berbagai SMP dengan latar belakang yang berbeda. Melalui MPLS, mereka diajak saling mengenal, membangun komunikasi yang sehat, menghargai perbedaan, serta menjalin hubungan harmonis dengan guru, tenaga kependidikan, maupun kakak kelas.

Lebih dari itu, SMAN 4 Palembang ingin menghadirkan suasana sekolah yang nyaman sehingga menjadi rumah kedua bagi seluruh peserta didik.

“Sebagian besar waktu siswa dihabiskan di sekolah. Karena itu kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, ramah, dan menyenangkan. Ketika siswa merasa sekolah adalah rumah kedua, akan tumbuh rasa memiliki sehingga mereka ikut menjaga kebersihan, ketertiban, dan nama baik sekolah,” katanya.

Selama lima hari pelaksanaan MPLS, sekolah menyusun berbagai kegiatan yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat, religius, disiplin, dan bertanggung jawab.

Setiap pagi siswa memulai aktivitas dengan membaca Al-Qur’an atau kitab suci sesuai agama masing-masing, dilanjutkan senam kebugaran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, hingga salat zuhur berjamaah. Para siswa juga dibiasakan mengonsumsi makanan bergizi sebagai bagian dari penerapan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Selain penguatan karakter, peserta MPLS mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari pengenalan Wawasan Wiyata Mandala, sejarah dan budaya sekolah, tata tertib, metode belajar efektif, hingga sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, bahaya judi online, serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat mengganggu masa depan pelajar.

Sutami mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang. Sebelum MPLS dimulai, jajaran guru dan panitia menggelar rapat koordinasi guna memastikan seluruh kegiatan berjalan profesional, terarah, serta mengedepankan prinsip ramah anak.

“Kami ingin seluruh guru memiliki persepsi yang sama bahwa MPLS bukan sekadar menyambut siswa baru, tetapi menjadi titik awal membangun budaya sekolah yang positif dan berprestasi,” jelasnya.

Tak hanya diisi materi, sekolah juga memberi ruang bagi siswa baru untuk menunjukkan potensi melalui kegiatan unjuk bakat. Sementara pada hari penutupan, siswa kelas XI dan XII akan menampilkan demonstrasi berbagai ekstrakurikuler unggulan sebagai sarana mengenalkan organisasi dan wadah pengembangan minat serta bakat kepada adik kelas.

Menurut Sutami, antusiasme kakak kelas yang tetap datang berlatih selama masa libur menjadi bukti kuatnya budaya prestasi yang telah tumbuh di SMAN 4 Palembang.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh siswa baru mulai menetapkan target akademik sejak awal masuk sekolah.

“Bagi kami, MPLS adalah peletakan batu pertama menuju keberhasilan tahun 2029. Kami ingin tiga tahun ke depan mereka tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, beriman, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menembus perguruan tinggi negeri sesuai cita-citanya. Semua itu dimulai dari kebiasaan baik yang dibangun sejak hari pertama di sekolah,” tegasnya.

Usai pelaksanaan MPLS, SMAN 4 Palembang akan langsung memaksimalkan kegiatan belajar mengajar serta memperkuat sinergi dengan orang tua melalui pertemuan khusus. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga diharapkan menjadi kunci dalam mengawal perkembangan karakter, prestasi akademik, dan kesiapan siswa menghadapi berbagai tantangan pendidikan hingga kelulusan pada tahun 2029.