PALEMBANG, Jurnal10.com – SMA Negeri 17 Palembang resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7). Sebanyak 400 peserta didik baru mengikuti rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari, hingga 17 Juli 2026.
Pembukaan MPLS dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 17 Palembang, Rozali, S.Pd., M.Pd., di lapangan utama sekolah. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar ajang memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal membangun karakter, kedisiplinan, serta kemandirian siswa, khususnya melalui sistem boarding school yang kembali dioptimalkan tahun ini.
“Seluruh panitia kami minta mengenalkan sekolah ini secara menyeluruh, mulai dari sistem pembelajaran, tenaga pendidik, fasilitas, kegiatan ekstrakurikuler hingga kehidupan di asrama. Kami ingin anak-anak dapat beradaptasi dengan baik sejak hari pertama,” kata Rozali.
Ia menjelaskan, pada tahun ajaran 2026/2027 SMAN 17 Palembang menerima 400 siswa baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar. Seiring bertambahnya jumlah peserta didik, sekolah juga melakukan penyesuaian fasilitas asrama, termasuk menambah kapasitas tempat tidur serta memperkuat pengelolaan layanan konsumsi bagi siswa.
Menurut Rozali, penguatan sistem boarding school merupakan bagian dari upaya sekolah membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada prestasi akademik, sekolah juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kebersamaan melalui aktivitas yang berlangsung setiap hari.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa yang berasal dari luar Kota Palembang, sekolah bahkan telah menerima sekitar 40 siswa untuk masuk asrama lebih awal sebelum MPLS dimulai.
“Atas permintaan orang tua, kami tampung lebih dulu siswa dari luar daerah agar mereka tidak kesulitan mencari tempat tinggal. Sejak hari pertama mereka sudah mendapatkan pembinaan dan pelayanan sebagaimana siswa lainnya,” ujarnya.
Sebagai sekolah yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebutuhan konsumsi siswa asrama dipenuhi setiap hari. Pengawasan terhadap siswa juga dilakukan selama 24 jam oleh kepala asrama bersama para pembina putra dan putri yang tinggal di lingkungan sekolah.
Selama mengikuti pendidikan berasrama, siswa menjalani aktivitas yang terjadwal mulai dari ibadah berjamaah, kegiatan belajar mengajar, pembinaan keagamaan, belajar malam, hingga pembiasaan hidup disiplin dalam keseharian.
Selain materi dari guru, peserta MPLS juga mendapatkan pembekalan dari sejumlah instansi, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Gizi, serta kepolisian mengenai pola hidup sehat, kedisiplinan, dan pencegahan kenakalan remaja. Pada pertengahan pekan, sekolah juga menghadirkan instruktur JASDAM Kodam untuk memberikan latihan dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Di sisi lain, SMAN 17 Palembang juga mulai mempersiapkan siswa kelas XII menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN). Menurut Rozali, perubahan regulasi yang mewajibkan seluruh siswa kelas XII mengikuti kedua asesmen tersebut menjadi perhatian serius sekolah.
“Kami mulai memperkuat persiapan akademik sejak awal karena hasil TKA diperkirakan akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Rozali mengajak seluruh orang tua untuk terus mendukung proses adaptasi putra-putri mereka selama menjalani pendidikan di asrama.
“Kami berharap orang tua memberikan motivasi kepada anak-anak agar betah dan mampu beradaptasi dengan kehidupan di asrama. Melalui pembinaan selama satu tahun, kami ingin membentuk lulusan yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki karakter yang kuat,” pungkasnya.













