PALEMBANG, Jurnal10.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 1 Palembang tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru. Tahun ini, sekolah menghadirkan konsep MPLS yang lebih komprehensif melalui kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah dan lembaga profesional guna membentuk karakter, kedisiplinan, serta meningkatkan literasi digital para siswa.
Sebanyak 487 peserta didik baru mengikuti rangkaian MPLS yang berlangsung selama lima hari. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin Kepala SMKN 1 Palembang, Susi Febrianti, serta diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa baru.
Dalam sambutannya, Susi Febrianti menegaskan bahwa seluruh kegiatan MPLS dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan berpedoman pada Peraturan Kemendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Ia memastikan tidak ada praktik perpeloncoan maupun tindakan yang mengarah pada kekerasan selama kegiatan berlangsung.
“MPLS merupakan momentum awal untuk mengenalkan budaya sekolah, tata tertib, serta membangun karakter peserta didik. Seluruh kegiatan dirancang edukatif, menyenangkan, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan tanpa ada unsur perpeloncoan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi sesuai bidang keahlian, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja.
Karena itu, SMKN 1 Palembang menggandeng sejumlah instansi untuk memberikan pembekalan kepada siswa baru dari berbagai perspektif. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kehidupan sekolah, tetapi juga menyentuh persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Polda Sumatera Selatan bersama Polsek Ilir Timur I memberikan penyuluhan mengenai kesadaran hukum, keselamatan berlalu lintas, serta pencegahan kenakalan remaja. Sementara Badan Narkotika Nasional (BNN) membekali siswa dengan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menjaga pergaulan yang sehat.
Materi mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara disampaikan oleh jajaran Kodam II/Sriwijaya untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, serta kedisiplinan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Di sisi lain, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan (bullying), pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta pemahaman mengenai hak-hak anak di lingkungan pendidikan.
Tidak hanya itu, perkembangan teknologi dan ekonomi digital juga menjadi perhatian dalam MPLS tahun ini. Bank Indonesia memberikan edukasi mengenai literasi keuangan digital, penggunaan transaksi non-tunai secara bijak, hingga pentingnya memahami sistem kebanksentralan sejak usia sekolah.
Sementara itu, Elshinta FM hadir memberikan wawasan mengenai media massa, komunikasi publik, serta pentingnya literasi digital agar siswa mampu menggunakan media sosial secara cerdas, bertanggung jawab, dan terhindar dari penyebaran informasi palsu.
Susi berharap rangkaian MPLS menjadi fondasi awal bagi seluruh peserta didik baru untuk mengenal budaya sekolah sekaligus membangun karakter positif sejak hari pertama belajar.
“Harapan kami, lulusan SMKN 1 Palembang nantinya tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian sesuai jurusannya, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, etika, kemampuan berkomunikasi, serta siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tutupnya.













