JURNAL10.COM, PALEMBANG — Sebanyak 442 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 3 Embarkasi Palembang resmi memasukkan Asrama Haji Sumatera Selatan pada Jumat (24/4/2026). Jemaah yang berasal dari OKU Timur, OKI, dan Kota Palembang ini menjalani serangkaian proses administrasi serta pemeriksaan kesehatan akhir.
Rombongan yang terdiri dari 438 jemaah dan 4 petugas kloter ini disambut langsung oleh jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Palembang. Kedatangan Kloter 3 ini menandai keberlanjutan fase pemberangkatan dari total 16 kloter yang dijadwalkan melalui Embarkasi Palembang pada musim haji 1447 H / 2026 M.
Fokus Pelayanan Inklusif dan Empat Program Strategis
Sejalan dengan visi Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, pelaksanaan haji tahun ini mengusung semangat “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan, M. Arkan Nurwahiddin, menekankan bahwa Kemenhaj berkomitmen memberikan pelayanan yang lebih manusiawi melalui empat program strategis utama:
Efisiensi Biaya: Penurunan biaya haji tanpa mengorbankan kualitas layanan di lapangan.
Keadilan Kuota: Penyesuaian kuota berbasis daftar tunggu yang lebih transparan dan adil.
Pemberdayaan Produk Lokal: Pemanfaatan produk asli Indonesia untuk konsumsi jemaah selama berada di Arab Saudi.
Kampung Haji: Pengembangan pusat layanan terpadu untuk memudahkan koordinasi jemaah.
Kesiapan Fisik dan Mental Jemaah
Sebelum memasuki kamar masing-masing untuk beristirahat, seluruh jemaah Kloter 3 menjalani pemeriksaan kesehatan akhir di aula asrama. Proses ini dibarengi dengan pembagian atribut identitas, kartu akomodasi, kartu nusuk, serta living cost. Pemeriksaan ini krusial guna memastikan standar istithaah kesehatan terpenuhi sebelum jemaah terbang menuju Arab Saudi.
Sebagai informasi, Embarkasi Palembang tahun ini akan memberangkatkan total 7.036 jemaah yang berasal dari Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Arkan berpesan agar seluruh jemaah menjaga disiplin, menjaga kesehatan fisik, dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Petugas harus menjadi teladan dalam kejujuran. Kepercayaan jemaah adalah amanah yang tidak boleh dikhianati,” tegas Arkan mengingatkan seluruh personel PPIH untuk menjaga integritas selama masa operasional haji. (DNL/Ril).













