Berita

Peringatan HBP ke-62, Lapas dan Rutan di Sumsel Tunjukkan Inovasi dan Penguatan Program Nasional

×

Peringatan HBP ke-62, Lapas dan Rutan di Sumsel Tunjukkan Inovasi dan Penguatan Program Nasional

Sebarkan artikel ini

JURNAL10.COM, PALEMBANG – Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 menjadi momentum penting bagi jajaran pemasyarakatan di Sumatera Selatan untuk menunjukkan eksistensi sekaligus kemajuan berbagai program pembinaan. Hal tersebut disampaikan Effendi selaku Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah yang juga menjabat Kepala Bidang Perawatan, Keamanan, dan Kepatuhan Internal.

Menurut Effendi, peringatan HBP tahun ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam mendukung program nasional yang dicanangkan pemerintah.

“Peringatan ini menunjukkan bahwa eksistensi lembaga pemasyarakatan terus berkembang ke arah yang lebih baik. Berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan merupakan bagian dari implementasi arahan pimpinan, sekaligus dukungan terhadap program Presiden,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah program strategis yang menjadi fokus di antaranya ketahanan pangan, pemberantasan penipuan, serta penguatan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di dalam lapas dan rumah tahanan (rutan).

Dalam mendukung program ketahanan pangan, seluruh lapas dan rutan di Sumatera Selatan didorong untuk mengembangkan kegiatan produktif. Salah satu inovasi yang menonjol adalah budidaya tanaman “melon Belanda” yang dipelopori oleh Lapas Banyuasin. Program ini kemudian diinstruksikan oleh Kepala Kantor Wilayah untuk diimplementasikan secara luas di seluruh unit pemasyarakatan.

“Ini menjadi contoh inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi pembinaan warga binaan, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan,” tambah Effendi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan HBP ke-62 telah dilaksanakan sebelumnya dengan berbagai agenda positif, mulai dari kegiatan sosial hingga pembinaan kemandirian warga binaan. Hingga puncak peringatan, kondisi seluruh lapas dan rutan di Sumatera Selatan dalam keadaan aman dan terkendali.

“Alhamdulillah, situasi lapas dan rutan tetap kondusif. Kami terus berupaya menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang berdampak langsung bagi warga binaan,” katanya.

Dari sisi capaian, Kanwil pemasyarakatan Sumatera Selatan juga menorehkan sejumlah prestasi membanggakan di tingkat nasional. Lapas Kelas I Palembang (Merah Mata) berhasil meraih juara pertama dalam kategori klinik terbaik. Sementara Lapas Perempuan Palembang meraih juara kedua dalam kategori program pembinaan terbaik.

Selain itu, Lapas Muara Enim turut mengukir prestasi dengan meraih peringkat ketiga nasional melalui program unggulan “dapur sehat”, yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi warga binaan.

Saat ini, Kepala Lapas Muara Enim diketahui tengah berada di Jakarta untuk menerima penghargaan tersebut secara langsung.

Effendi menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang turut berperan dalam mendukung program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Ke depan, pihaknya berharap capaian yang telah diraih dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam aspek teknis pemasyarakatan, tetapi juga pada bidang lainnya.

“Beberapa waktu lalu, Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan telah dinobatkan sebagai yang terbaik secara nasional. Harapannya, ke depan kita tidak hanya unggul dalam aspek teknis, tetapi juga mampu menjadi yang terbaik di berbagai bidang lainnya,” pungkasnya. (DNL)