JURNAL10.COM, PALEMBANG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang bergerak cepat menangani gangguan jaringan pipa distribusi utama di kawasan Alang-Alang Lebar yang terdampak aktivitas proyek galian menggunakan alat berat ekskavator. Setelah melalui proses perbaikan intensif selama hampir 24 jam, distribusi air bersih kepada sekitar 9.000 pelanggan kini dipastikan kembali normal secara bertahap.
Gangguan tersebut terjadi setelah jaringan pipa interkoneksi mengalami kerusakan akibat hantaman alat berat milik pihak pelaksana proyek galian. Insiden itu menyebabkan beberapa jalur distribusi utama mengalami pergeseran hingga kebocoran cukup serius, sehingga aliran air terpaksa dihentikan sementara guna mencegah kerusakan yang lebih besar pada sistem jaringan distribusi.
Manager Unit Pelayanan Alang-Alang Lebar Perumda Tirta Musi, Muhammad Nuridho, ST, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim teknis begitu menerima laporan kedaruratan dari lokasi kejadian.
“Begitu menerima laporan, tim teknis kebocoran yang dipimpin Pak Iqbal langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Kondisi di lapangan cukup berat karena beberapa jalur pipa terdampak langsung oleh hantaman alat berat,” ujar Nuridho.
Ia menjelaskan, jaringan yang mengalami kerusakan meliputi pipa distribusi berdiameter 300 mm, 200 mm, pipa 6 inci, serta pipa 4 inci. Seluruh jalur tersebut merupakan bagian penting dari sistem distribusi interkoneksi yang menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Alang-Alang Lebar dan sekitarnya.
Kawasan Alang-Alang Lebar sendiri diketahui memperoleh suplai air dari dua jalur utama, yakni jaringan distribusi pasca-Perumnas Sako Raya dan jalur pipa berkapasitas besar diameter 600 mm yang terhubung dengan jaringan pipa 300 mm. Karena itu, penghentian sementara distribusi air berdampak cukup luas terhadap pelanggan di sejumlah wilayah pelayanan.
Dalam proses penanganannya, tim teknis Perumda Tirta Musi tidak hanya memperbaiki sambungan pipa yang rusak, tetapi juga memasang sistem pipa siphon atau simpon sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan lanjutan dari aktivitas proyek galian di sekitar lokasi.
Meski perbaikan utama berhasil diselesaikan, tim teknis kembali menemukan rembesan kecil pada pipa diameter 200 mm. Kondisi tersebut dipicu tekanan udara atau air lock serta kondisi tanah yang belum stabil pasca-galian. Namun, perbaikan lanjutan berhasil dirampungkan dalam waktu sekitar lima jam hingga jaringan kembali dinyatakan aman untuk dioperasikan.
Perumda Tirta Musi memastikan proses penanganan berlangsung kondusif dengan dukungan penuh dari pihak pelaksana proyek. Koordinasi di lapangan berjalan baik, termasuk bantuan penyediaan material dan dukungan logistik selama proses perbaikan berlangsung.
“Atas nama manajemen, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kepuasan pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami,” kata Nuridho.
Menurutnya, kerugian terbesar akibat insiden tersebut bukan hanya kerusakan material jaringan pipa, melainkan terganggunya pelayanan air bersih kepada ribuan pelanggan selama proses penanganan berlangsung.
Saat ini, distribusi air dari jalur utama telah kembali dibuka dan proses normalisasi tekanan jaringan terus dilakukan secara bertahap agar aliran air dapat kembali optimal hingga ke wilayah ujung distribusi.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat, Perumda Tirta Musi juga tetap menyiagakan armada mobil tangki serta penampungan air darurat atau tedmon bagi pelanggan yang aliran airnya masih belum stabil selama proses pemulihan jaringan berlangsung.
Pelanggan yang membutuhkan bantuan distribusi air bersih gratis dapat menghubungi Call Center Perumda Tirta Musi di nomor (0711) 355222. (DNL)













