JURNAL10.COM, PALEMBANG – SMAN 3 Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat, kreativitas, dan prestasi siswa melalui kegiatan kompetisi bertajuk “Histeria”. Kegiatan yang digelar oleh OSIS tersebut menghadirkan berbagai cabang perlombaan dari bidang akademik, seni, olahraga, hingga keterampilan organisasi yang melibatkan banyak ekstrakurikuler di lingkungan sekolah.
Ajang tahunan ini berlangsung meriah dengan partisipasi ratusan peserta dari berbagai sekolah. Selain menjadi wadah kompetisi, “Histeria” juga menjadi ruang ekspresi bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang selama ini diasah melalui kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.
Kepala SMAN 3 Palembang, Drs. Sugiyono mengatakan, kegiatan perlombaan memiliki peran penting dalam membentuk mental, karakter, serta daya saing peserta didik. Menurutnya, kompetisi menjadi sarana bagi siswa untuk membuktikan bahwa mereka mampu berprestasi dan berkembang di luar aktivitas belajar di kelas.
Ia menilai, tanpa adanya perlombaan, banyak potensi siswa yang hanya terlihat di lingkungan sekolah dan tidak memiliki ruang untuk dikenal lebih luas. Karena itu, kegiatan seperti “Histeria” dinilai penting untuk memberikan pengalaman sekaligus motivasi kepada pelajar agar terus meningkatkan kemampuan diri.
“Ajang seperti ini penting karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk membuktikan dirinya bahwa mereka bisa berprestasi. Kalau tanpa lomba, mungkin kemampuan mereka hanya terlihat di lingkungan sekolah saja,” ujarnya.
Sugiyono juga menyoroti pentingnya legitimasi terhadap sertifikat atau penghargaan yang diberikan dalam sebuah perlombaan. Menurutnya, dukungan dari instansi resmi seperti Dinas Pendidikan maupun lembaga terkait dapat memberikan nilai tambah bagi peserta, terutama untuk kebutuhan prestasi akademik di masa mendatang.
Ia mencontohkan, perlombaan bertema sejarah atau budaya dapat melibatkan dinas pariwisata maupun instansi lain agar penghargaan yang diberikan memiliki pengakuan lebih luas dan dapat mendukung jalur prestasi seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Supaya kegiatan ini memiliki nilai lebih, sertifikatnya ditandatangani oleh dinas terkait. Kalau lomba sejarah mungkin bisa melibatkan dinas pariwisata, sehingga nantinya dapat menjadi nilai tambahan bagi siswa, termasuk untuk jalur SNBP,” katanya.
Selain memberikan apresiasi kepada para peserta, Sugiyono juga mengingatkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam kompetisi. Ia meminta seluruh siswa tetap memiliki semangat juang dan tidak mudah menyerah meski belum berhasil meraih juara.
“Dalam lomba pasti ada yang menang dan ada yang belum berhasil. Tapi tetaplah menjadi siswa yang memiliki semangat tinggi untuk terus mencoba dan terus berlomba. Suatu saat pasti bisa menjadi pemenang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 3 Palembang, Farel menjelaskan bahwa “Histeria” tahun ini mengalami perkembangan signifikan dibandingkan program sebelumnya. Kegiatan tersebut melibatkan delapan ekstrakurikuler dengan total 13 cabang lomba utama dan sekitar 18 kategori perlombaan secara keseluruhan.
Berbagai cabang lomba yang digelar antara lain speech contest, storytelling, tari kreasi, cheerleaders level 2 dan level 4, lomba tata upacara baris-berbaris (LTBB) putra, putri, dan campuran, vokal solo, PMR, ketangkasan tandu, cerdas cermat, hingga turnamen Mobile Legends yang menjadi salah satu perlombaan favorit peserta.
Tidak hanya menghadirkan kompetisi, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan expo dari delapan organisasi dan komunitas yang turut berpartisipasi. Expo itu menjadi sarana pengenalan program organisasi sekaligus ruang interaksi antar pelajar dari berbagai sekolah.
Farel mengatakan, pelaksanaan “Histeria” mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, komunitas, hingga institusi lainnya. Beberapa di antaranya seperti Pena Taruna, English One, serta dukungan dari Kodam II/Sriwijaya melalui keterlibatan alumni sekolah.
Menurutnya, “Histeria” merupakan pengembangan dari program kerja OSIS tahun sebelumnya yang mengusung nama “Awesome: A Wonderful Semata Competition”. Tahun ini, konsep kegiatan dibuat lebih besar dengan jumlah ekstrakurikuler dan cabang perlombaan yang lebih banyak.
“Kalau tahun sebelumnya hanya melibatkan sekitar lima ekskul, tahun ini lebih banyak lagi ekskul yang ikut serta dan cabang lombanya juga semakin berkembang. Ini program kerja OSIS yang tentunya didukung penuh oleh pihak sekolah,” ujar Farel.
Melalui kegiatan “Histeria”, SMAN 3 Palembang berharap dapat terus menciptakan lingkungan pendidikan yang aktif, kreatif, dan kompetitif, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berprestasi, percaya diri, dan mampu bersaing di berbagai bidang. (DNL)













