PALEMBANG, Jurnal10.com — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Palembang meyakini keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga melalui sinergi yang kuat antara orang tua dan madrasah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Mata Muda (Masa Ta’aruf Murid Baru) yang mengedepankan proses adaptasi bertahap, ramah anak, serta berorientasi pada pembentukan karakter sejak hari pertama masuk sekolah.
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., menjelaskan bahwa Mata Muda bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, melainkan momentum membangun kedekatan antara peserta didik, guru, dan orang tua agar proses pendidikan berjalan selaras sejak awal.
Pada tahun ajaran 2026/2027, MIN 2 Kota Palembang menerima siswa baru yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar (rombel). Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di madrasah ini kembali terlihat, meski daya tampung tetap disesuaikan dengan jumlah lulusan tahun sebelumnya sehingga tidak seluruh pendaftar dapat diterima.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kesiapan psikologis anak, madrasah memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mendampingi putra-putrinya selama tiga hari pertama pelaksanaan Mata Muda. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu anak mengenal lingkungan belajar yang baru.
Memasuki hari keempat, orang tua mulai mengantar anak hanya sampai gerbang utama madrasah. Kebijakan ini menjadi bagian dari pembiasaan untuk melatih keberanian, rasa percaya diri, dan kemandirian peserta didik secara bertahap, tanpa menghilangkan dukungan keluarga dalam proses tumbuh kembang mereka.
Selama Mata Muda, siswa diperkenalkan dengan berbagai budaya positif yang menjadi ciri khas MIN 2 Kota Palembang. Mulai dari pembiasaan salam dan sopan santun, pelaksanaan salat Dhuha berjamaah, program Tahfiz Al-Qur’an, pengenalan lingkungan sekolah, hingga penampilan bakat dari kakak kelas yang memperkenalkan beragam kegiatan ekstrakurikuler.
Madrasah juga membuka ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan, seperti seni tari, Da’i Cilik, Tahfiz Al-Qur’an, karate, dan sejumlah kegiatan lainnya. Sementara itu, futsal menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan yang telah mengukir berbagai prestasi dan membawa nama baik MIN 2 Kota Palembang di berbagai kompetisi.
Pihak madrasah menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, baik di rumah maupun di sekolah. Karena itu, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung setiap program pembiasaan yang diterapkan di madrasah.
“Keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada guru. Orang tua adalah mitra utama madrasah dalam membentuk karakter, akhlak, disiplin, dan kebiasaan baik anak. Ketika pembiasaan di rumah dan di sekolah berjalan seiring, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki rasa tanggung jawab,” ujar pihak madrasah.
MIN 2 Kota Palembang juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh wali murid. Setiap kritik, saran, maupun masukan yang bersifat konstruktif akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Melalui kolaborasi yang erat antara madrasah dan keluarga, MIN 2 Kota Palembang berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal iman, ilmu, dan kemandirian.













