PALEMBANG, Jurnal10.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan terus mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi dengan menjadikan peningkatan kompetensi guru di bidang Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu prioritas utama. Langkah tersebut diyakini menjadi kunci agar dunia pendidikan di Sumsel mampu menjawab tantangan era digital yang berkembang semakin cepat.
Komitmen itu ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Disdik Provinsi Sumatera Selatan dan Institut PalComTech Palembang yang dirangkaikan dengan Expo Hasil Workshop Coding dan Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pelatihan yang diikuti sekitar 100 guru SMA dan SMK dari 53 sekolah di Sumatera Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., mengatakan penguasaan teknologi, khususnya AI, kini menjadi kebutuhan yang harus dimiliki tenaga pendidik agar proses pembelajaran mampu mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, hasil pelatihan yang dipamerkan menunjukkan bahwa AI memiliki ruang pemanfaatan yang sangat luas di dunia pendidikan.
“Kita melihat ternyata AI memiliki banyak sekali manfaat. Mulai dari media pembelajaran, pembuatan film, sistem absensi, daftar hadir, hingga berbagai aplikasi yang dapat mendukung proses belajar mengajar,” ujar Mondyaboni usai meninjau seluruh stan pameran.
Ia juga menyoroti salah satu inovasi yang mampu mengenali ekspresi pengguna melalui teknologi AI. Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan untuk membantu guru memahami kondisi peserta didik sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran yang lebih adaptif.
Selain itu, berbagai karya lain seperti sistem pengelolaan sampah pintar, aplikasi absensi digital, pemetaan minat dan bakat siswa, serta teknologi berbasis chatbot menjadi bukti bahwa para guru tidak hanya belajar menggunakan AI, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan sekolah.
Mondyaboni mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama PalComTech. Ia menegaskan, kerja sama tersebut tidak berhenti pada pelatihan perdana, melainkan akan diperluas agar semakin banyak guru di Sumatera Selatan memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi digital.
“Hari ini kami juga telah menandatangani MoU dengan PalComTech. Ini menjadi langkah awal agar ke depan semakin banyak guru mendapatkan pelatihan yang bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi di bidang teknologi, khususnya Artificial Intelligence,” katanya.
Ia berharap peningkatan kemampuan guru di bidang AI akan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Guru diharapkan mampu menghadirkan metode belajar yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital.
Sementara itu, Wakil Rektor I Institut PalComTech Palembang, Adelin, S.T., M.Kom., menjelaskan bahwa pelatihan dirancang menggunakan pendekatan Outcome Learning Education, yakni pembelajaran yang berorientasi pada hasil nyata.
Karena itu, seluruh peserta diwajibkan menghasilkan produk yang dapat diterapkan di sekolah, bukan sekadar menyelesaikan pelatihan secara administratif.
“Hari ini merupakan puncak kegiatan berupa pameran hasil karya guru. Harapan kami setiap pembelajaran menghasilkan outcome yang benar-benar memberikan dampak, sehingga inovasi yang dibuat dapat dimanfaatkan di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Adelin.
Dalam expo tersebut dipamerkan sekitar 26 karya guru yang lahir dari pelatihan coding dan AI, mulai dari media pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial, sistem absensi digital, teknologi pengenalan wajah (face recognition), chatbot, hingga berbagai aplikasi pendukung pembelajaran lainnya. PalComTech juga menampilkan sekitar 18 karya mahasiswa sebagai bentuk kolaborasi dalam pengembangan inovasi teknologi.
Melalui sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan tinggi, Disdik Sumsel berharap transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan melalui peningkatan kompetensi guru yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pembelajaran dan kesiapan peserta didik menghadapi era teknologi berbasis AI.













