Uncategorized

Hendri Sudirman Tekankan Pentingnya Persatuan dan Komunikasi Dengan Pemerintah, Kementerian Agama, Pemerintah Daerah serta Seluruh Pihak yang Peduli Pendidikan Madrasah

×

Hendri Sudirman Tekankan Pentingnya Persatuan dan Komunikasi Dengan Pemerintah, Kementerian Agama, Pemerintah Daerah serta Seluruh Pihak yang Peduli Pendidikan Madrasah

Sebarkan artikel ini

Jurnal10.com, Palembang – Pimpinan Wilayah Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PW PGMNI) Sumatera Selatan melantik Pengurus Daerah (PD) PGMNI se-Sumatera Selatan, Jumat (23/10/2026). Pelantikan tersebut dirangkai dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5 PW PGMNI Sumsel.

Ketua PW PGMNI Sumatera Selatan Hendri Sudirman, S.Pd.I., M.M dalam sambutannya menegaskan, PGMNI bukan sekadar organisasi, melainkan wadah perjuangan, persatuan dan pengabdian bagi guru-guru madrasah, khususnya guru honorer.

“Kita menyadari masih banyak guru honorer di madrasah swasta yang menghadapi persoalan kesejahteraan. Mereka mendidik generasi bangsa, menanamkan ilmu, membentuk akhlak, namun tidak sedikit yang masih menerima penghasilan belum layak,” tegasnya.

Ia menyebut, PGMNI harus hadir sebagai suara perjuangan guru madrasah. Pengabdian para guru harus mendapat perhatian lebih baik, hak-haknya diperjuangkan, dan kesejahteraannya menjadi bagian penting dalam kebijakan pendidikan nasional.

Hendri Sudirman juga menekankan pentingnya persatuan dan komunikasi dengan pemerintah, Kementerian Agama, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang peduli pendidikan madrasah.

“Kita ingin menyampaikan aspirasi secara santun, terarah dan bertanggung jawab. Tidak hanya menyampaikan persoalan, tapi juga menawarkan gagasan dan solusi,” ujarnya di hadapan para tamu undangan, tokoh pendidikan, dan keluarga besar PGMNI.

Kepada seluruh pengurus PD yang baru dilantik, ia berpesan agar amanah tersebut dijalankan sebagai tanggung jawab moral, bukan sekadar jabatan.

“Saya berpesan segera bekerja, bangun komunikasi dengan para guru, data persoalan mereka, dan perkuat organisasi hingga tingkat yang paling dekat dengan anggota. Jangan biarkan guru honorer merasa berjuang sendirian. Jadikan PGMNI sebagai rumah bersama,” pesannya.

Menurutnya, momentum Harlah ke-5 menjadi waktu evaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat tekad perjuangan.

“Lima tahun bukan waktu panjang, tapi cukup jadi pengingat bahwa perjuangan butuh kesabaran, keberanian dan kebersamaan. Kita ingin PGMNI semakin besar bukan hanya dari jumlah anggota, tapi dari manfaat nyata bagi para guru,” kata dia.

Ia menutup sambutan dengan ajakan untuk menyatukan langkah dan suara.

“Guru yang sejahtera akan lebih tenang dalam mengabdi, dan pendidikan berkualitas membutuhkan perhatian layak terhadap pendidiknya. PGMNI Bersatu, Guru Madrasah Sejahtera, Pendidikan Indonesia Maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M mengapresiasi kehadiran PGMNI di Sumsel. Organisasi ini adalah bukti nyata bahwa guru madrasah, terutama guru honorer di madrasah swasta, memiliki semangat juang yang luar biasa.

Di usia ke-5 tahun ini, PW PGMNI Sumsel telah menunjukkan eksistensi yang luar biasa. Lima tahun adalah usia yang masih muda, tapi semangatnya harus terus menyala. Saya yakin, jika kita bersatu, guru madrasah di Sumsel akan lebih sejahtera.

Kepada pengurus yang baru dilantik, saya berpesan tiga hal: Pertama, Jaga Kekompakan. PGMNI harus solid dari provinsi hingga ke daerah. Jangan jalan sendiri-sendiri.
Kedua, Hadir Nyata untuk Anggota. Jadilah rumah pengaduan dan rumah solusi bagi guru honorer. Data persoalan mereka, dampingi mereka. Dan Ketiga, Tingkatkan Kompetensi. Guru madrasah harus adaptif terhadap perkembangan zaman, melek digital, namun tetap berpegang teguh pada nilai Ikhlas Beramal.

Senada, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Dr. H. Syafitri Irwan, S.Ag., M.Pd dalam sambutannya mengatakan Atas nama Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PD PGMNI yang dilantik pada hari ini. Semoga amanah ini menjadi ladang ibadah dan pengabdian.

Dikatakan, Kementerian Agama sangat menyadari, pilar utama mutu madrasah adalah gurunya. Di Sumatera Selatan, ribuan guru madrasah, khususnya guru honorer di madrasah swasta, telah mengabdi dengan prinsip Ikhlas Beramal. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya.

Kami di Kanwil Kemenag Sumsel tidak menutup mata terhadap persoalan kesejahteraan guru honorer. Kami mendengar, kami mencatat, dan kami terus berikhtiar. PGMNI hadir sebagai mitra yang sangat membantu kami.

“Saya berharap PGMNI menjadi jembatan aspirasi yang konstruktif antara guru madrasah dengan Kementerian Agama. Mari kita bangun komunikasi yang santun, objektif, dan berbasis data. Sampaikan kepada kami apa yang menjadi persoalan di lapangan, mulai dari status kepegawaian, sertifikasi, kesetaraan kesejahteraan, hingga peningkatan kompetensi,” tukasnya. (*)