Pendidikan

Juara LKS Nasional, Lulusan SMKN 6 Palembang Langsung Dilirik Dunia Industri

×

Juara LKS Nasional, Lulusan SMKN 6 Palembang Langsung Dilirik Dunia Industri

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, jurnal10.com – Prestasi yang diraih siswa SMK bukan sekadar membawa pulang medali, tetapi juga menjadi tiket menuju dunia kerja. Hal itu dibuktikan SMK Negeri 6 Palembang, yang kembali mencetak prestasi gemilang pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 melalui raihan medali emas dan perak di bidang kecantikan.

Ainiyyah Lalita, siswi kelas XII, sukses meraih medali emas sekaligus juara pertama pada kategori Beauty Therapy, sedangkan Ayu Andira, siswi kelas XII lainnya, meraih medali perak atau juara kedua pada kategori Hair Dressing. Prestasi tersebut sekaligus mempertegas kualitas lulusan SMKN 6 Palembang yang tidak hanya unggul di arena kompetisi, tetapi juga siap bersaing di dunia usaha dan dunia industri.

Kepala SMKN 6 Palembang, Seriyani, S.Pd., mengatakan kompetensi menjadi modal utama lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja. Menurutnya, perusahaan saat ini membutuhkan tenaga kerja yang benar-benar memiliki kemampuan dan dapat dibuktikan melalui prestasi maupun keterampilan.

“Dunia industri menginginkan lulusan yang memiliki kompetensi nyata. LKS menjadi salah satu bukti kemampuan yang dimiliki siswa. Alhamdulillah, setiap tahun anak-anak kami mampu memberikan kontribusi bagi prestasi Sumatera Selatan, dan tahun ini kembali meraih medali emas serta perak di tingkat nasional,” ujarnya.

Seriyani mengungkapkan, keberhasilan para siswa di ajang LKS memberikan dampak langsung terhadap peluang kerja setelah lulus. Bahkan, para juara LKS dari SMKN 6 Palembang hampir seluruhnya langsung direkrut perusahaan atau memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Anak-anak yang menjadi juara hampir tidak ada yang menganggur. Kalau tidak kuliah, mereka sudah diterima bekerja di dunia industri. Ini menjadi bukti bahwa prestasi membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Sekolah menerapkan pola pembinaan jangka panjang dengan melakukan pencarian bibit unggul sejak siswa duduk di kelas X. Guru-guru mulai melakukan seleksi, pemetaan potensi, hingga memberikan pelatihan intensif selama dua tahun sebelum siswa diterjunkan ke kompetisi.

“Persiapan LKS tidak cukup satu tahun. Anak-anak dibina sejak awal masuk sekolah. Mereka dipersiapkan mental, keterampilan, hingga kesiapan menghadapi peserta terbaik dari seluruh Indonesia,” jelasnya.

Selain pembinaan di sekolah, siswa juga menjalani pelatihan tambahan, termasuk mengikuti latihan di luar daerah untuk mempertajam kemampuan sesuai bidang kompetensi. Kebutuhan latihan tersebut didukung sekolah melalui pengelolaan dana komite untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dibiayai Dana BOS, seperti bahan praktik dan perlengkapan kompetisi.

Seriyani menegaskan, keberhasilan pembinaan tidak lepas dari sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua. Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun semangat dan kepercayaan diri siswa untuk berprestasi di tingkat nasional.

Di sisi lain, sekolah juga menanamkan pendidikan karakter sebagai bagian dari pembinaan peserta didik. Selain meningkatkan kompetensi, siswa dibimbing untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan melalui berbagai program, termasuk pembelajaran membaca Al-Qur’an dan hafalan Juz 30.

“Kami ingin lulusan tidak hanya memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki akhlak yang baik. Kompetensi dan karakter harus berjalan seiring,” katanya.

Sementara itu, Ainiyyah Lalita mengaku bersyukur dapat mempersembahkan medali emas untuk Sumatera Selatan dan sekolahnya. Ia mengaku sempat merasa gugup sebelum berlaga karena khawatir tidak mampu memenuhi harapan banyak pihak.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bahagia. Awalnya saya gugup dan takut mengecewakan banyak orang, tetapi akhirnya Allah memberikan hasil terbaik dengan meraih medali emas,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ayu Andira. Peraih medali perak kategori Hair Dressing itu mengatakan keberhasilannya merupakan hasil dari latihan yang konsisten, dukungan guru, serta doa orang tua.

“Alhamdulillah saya berhasil menjadi juara dua tingkat nasional. Prestasi ini saya persembahkan untuk sekolah, keluarga, dan semua yang telah mendukung saya. Semoga menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berprestasi,” tuturnya.

Keberhasilan dua siswi tersebut kembali menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya melahirkan juara di atas podium, tetapi juga menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, siap kerja, dan mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.