Pendidikan

MTsN 1 Kota Palembang Tanamkan Kurikulum Cinta Sejak Hari Pertama, MATAMUDA Jadi Fondasi Karakter Siswa Baru

×

MTsN 1 Kota Palembang Tanamkan Kurikulum Cinta Sejak Hari Pertama, MATAMUDA Jadi Fondasi Karakter Siswa Baru

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, Jurnal10.com – Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MTsN 1 Kota Palembang Tahun Pelajaran 2026/2027 tidak hanya menjadi agenda pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru. Lebih dari itu, kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 13–16 Juli 2026, menjadi langkah awal madrasah dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Diikuti seluruh siswa baru yang tersebar di dua lokasi pembelajaran, yakni Lokal Pahlawan dan Lokal Jakabaring, MATAMUDA dirancang sebagai ruang belajar pertama yang menghadirkan suasana aman, ramah, menyenangkan, sekaligus membangun kedekatan emosional antara peserta didik dengan lingkungan madrasah.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat MTsN 1 Kota Palembang, Zainal Abidin, S.Ag., mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mengedepankan pendekatan humanis tanpa perpeloncoan, tanpa kekerasan, maupun tindakan diskriminatif. Hal tersebut sejalan dengan petunjuk teknis dari Kementerian Agama yang menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas dalam pelaksanaan orientasi peserta didik baru.

Menurutnya, hari-hari pertama di madrasah merupakan fase penting yang akan membentuk kesan sekaligus karakter awal peserta didik. Karena itu, MTsN 1 Kota Palembang memilih menghadirkan orientasi yang tidak hanya mengenalkan gedung dan aturan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal selama proses pendidikan.

“MATAMUDA bukan hanya masa pengenalan lingkungan madrasah, tetapi menjadi momentum membangun karakter dan budaya belajar. Kami ingin setiap peserta didik merasa diterima, dihargai, dan memiliki rasa cinta terhadap madrasah sebagai rumah kedua mereka. Dengan begitu mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus berakhlakul karimah,” ujar Zainal.

Salah satu ciri khas MATAMUDA tahun ini adalah penguatan Kurikulum Berbasis Cinta melalui implementasi konsep Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta cinta kepada tanah air.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui materi di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai aktivitas yang mengajak siswa mempraktikkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Pada hari pertama pelaksanaan MATAMUDA, madrasah juga melibatkan orang tua melalui kegiatan sosialisasi sekaligus pemetaan profil belajar peserta didik. Orang tua diajak menyamakan persepsi mengenai pola pendidikan di madrasah sekaligus mengisi data minat dan bakat anak secara digital sebagai dasar penyusunan layanan pembelajaran yang lebih sesuai dengan potensi masing-masing siswa.

“Kami percaya pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara madrasah dan keluarga menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter anak. Karena itu sejak awal kami melibatkan orang tua agar memiliki visi yang sama dalam mendampingi tumbuh kembang putra-putrinya,” tambahnya.

Selain penguatan karakter, MATAMUDA juga menghadirkan berbagai program yang mendukung kesehatan fisik maupun mental peserta didik. Bersama Tim UKS dan Puskesmas, seluruh siswa memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta pendampingan pengisian aplikasi SATU SEHAT Mobile sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat sejak dini.

Kesadaran menjaga lingkungan turut menjadi perhatian utama melalui pengenalan konsep Ekoteologi dan budaya madrasah yang bersih, hijau, serta berkelanjutan. Para peserta didik dibiasakan membawa bekal sehat dan botol minum sendiri, menjaga kebersihan lingkungan, serta memahami pentingnya pelestarian alam sebagai bagian dari ajaran agama.

Sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, seluruh siswa juga mengikuti pembacaan Ikrar Anti-Bullying serta mendapatkan edukasi mengenai pencegahan kekerasan dan pelecehan terhadap anak bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA). Materi tersebut diharapkan mampu membangun budaya saling menghargai dan menghormati sesama warga madrasah.

Tidak hanya itu, peserta didik juga memperoleh pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, moderasi beragama, bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan ekstremisme, hingga pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman melalui kolaborasi dengan berbagai instansi terkait.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para siswa baru diberi kesempatan menampilkan berbagai bakat dan potensi yang dimiliki. Beragam ekstrakurikuler unggulan seperti Pramuka, PMR, Hadrah, Tari, dan Pencak Silat turut memperkenalkan diri melalui demonstrasi atraktif sehingga peserta didik memiliki gambaran aktivitas positif yang dapat dikembangkan selama belajar di MTsN 1 Kota Palembang.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kota Palembang Listya Yustikarini bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Hj. Ermawati mengimbau seluruh orang tua untuk terus mendukung kedisiplinan anak selama mengikuti MATAMUDA. Peserta didik diminta hadir dengan seragam yang rapi, membawa perlengkapan belajar dan ibadah, menggunakan tumbler sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan, serta mematuhi seluruh tata tertib madrasah.

Melalui MATAMUDA 2026/2027, MTsN 1 Kota Palembang berharap setiap peserta didik baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, tetapi juga memiliki fondasi karakter yang kuat, semangat belajar tinggi, serta tumbuh menjadi generasi yang religius, berintegritas, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.