Seputar Sumsel

Pemprov Sumsel Lantik 59 Pejabat Pendidikan, Perkuat Tata Kelola dan Mutu Sekolah

×

Pemprov Sumsel Lantik 59 Pejabat Pendidikan, Perkuat Tata Kelola dan Mutu Sekolah

Sebarkan artikel ini

JURNAL10.COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali melakukan penyegaran organisasi di sektor pendidikan melalui mutasi, rotasi, dan promosi jabatan kepala sekolah serta pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Sumsel.

Sebanyak 59 pejabat resmi dilantik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, di Gedung Serbaguna UPTD Balai Pengembangan Pendidikan dan Kejuruan (BPPK) Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Senin (8/6/2026).

Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 43 orang merupakan kepala sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB negeri. Selain itu, turut dilantik tiga pejabat fungsional administrasi kesehatan, 12 pejabat fungsional pengadaan barang dan jasa, serta satu pejabat fungsional peneliti ahli utama.

Dalam sambutannya, Edward Candra menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan kepala sekolah telah melalui tahapan evaluasi kinerja yang komprehensif. Penilaian dilakukan baik terhadap pejabat yang sebelumnya telah menjabat maupun para guru yang memperoleh promosi untuk mengemban amanah sebagai kepala sekolah.

Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan.

“Kepala sekolah memegang peran yang sangat penting dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan di satuan pendidikan. Tugas ini merupakan amanah yang mulia, namun sekaligus memiliki tanggung jawab yang besar,” ujar Edward.

Ia menjelaskan bahwa kepala sekolah tidak hanya bertugas menjalankan fungsi administrasi dan manajerial, tetapi juga dituntut mampu menghasilkan capaian pendidikan yang nyata dan terukur. Hal tersebut mencakup peningkatan prestasi akademik siswa, pembinaan karakter, penguatan mental spiritual, hingga pembentukan etika dan budaya positif di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, Edward menekankan bahwa kepala sekolah harus menjadi figur teladan bagi seluruh warga sekolah. Integritas, kedisiplinan, profesionalisme, serta kemampuan kepemimpinan menjadi faktor penting yang harus ditunjukkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Jadilah contoh yang baik bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi untuk kemajuan pendidikan Sumatera Selatan,” tegasnya.

Edward juga mengingatkan pentingnya sinergi antara seluruh satuan pendidikan dengan program pembangunan daerah yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Menurutnya, sektor pendidikan menjadi salah satu instrumen utama dalam mewujudkan visi dan misi Gubernur serta Wakil Gubernur Sumsel, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Monday, menjelaskan bahwa pelaksanaan mutasi, rotasi, dan promosi kepala sekolah telah dilakukan sesuai regulasi yang berlaku.

Ia mengatakan bahwa mekanisme penugasan guru sebagai kepala sekolah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Selain itu, seluruh proses administrasi dilakukan melalui Sistem Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPS).

“Semua tahapan telah dilaksanakan sesuai prosedur. Beberapa calon kepala sekolah sebelumnya masih harus melengkapi dokumen yang dipersyaratkan dalam sistem. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, pelantikan baru dapat dilaksanakan pada hari ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Monday juga memaparkan perkembangan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Sumatera Selatan. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan SPMB tahap pertama telah selesai dan hasil seleksi diumumkan pada 6 Juni 2026.

Selanjutnya, proses penerimaan pada tahap kedua dijadwalkan mulai berlangsung pada 15 Juni 2026 mendatang.

Menurutnya, hingga saat ini pelaksanaan SPMB berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif. Dinas Pendidikan Sumsel juga terus membuka berbagai kanal pengaduan guna memastikan setiap aspirasi dan keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan transparan.

“Hingga saat ini belum terdapat pengaduan yang bersifat signifikan. Namun kami tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan maupun kendala yang dihadapi selama proses penerimaan peserta didik baru berlangsung,” katanya.

Ia menambahkan bahwa salah satu aspek yang masih perlu mendapatkan perhatian dalam sosialisasi kepada masyarakat adalah pemahaman mengenai sistem domisili yang diterapkan dalam SPMB.

Menurut Monday, masih terdapat anggapan bahwa penerimaan siswa semata-mata ditentukan oleh jarak tempat tinggal dengan sekolah tujuan. Padahal, sistem yang diterapkan juga mempertimbangkan faktor akademik dan sejumlah indikator lain sesuai ketentuan yang berlaku.

“Domisili memang menjadi salah satu pertimbangan, namun bukan satu-satunya faktor penentu. Nilai akademik dan ketentuan lain juga menjadi bagian dari proses seleksi,” ujarnya.

Melalui pelantikan puluhan kepala sekolah dan pejabat fungsional tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap tata kelola pendidikan semakin kuat, pelayanan pendidikan semakin berkualitas, serta pemerataan mutu pendidikan dapat terwujud di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Langkah ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan daya saing yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan. (DNL)