BeritaPalembangPendidikan

Tanamkan Semangat Kebinekaan Sejak Hari Pertama, SMAN 7 Palembang Bekali 320 Siswa Baru Lewat MPLS Ramah dan Berkarakter

×

Tanamkan Semangat Kebinekaan Sejak Hari Pertama, SMAN 7 Palembang Bekali 320 Siswa Baru Lewat MPLS Ramah dan Berkarakter

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, Jurnal10.com – SMA Negeri 7 Palembang memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai momentum menanamkan nilai-nilai kebinekaan, karakter, dan budaya berprestasi kepada 320 peserta didik baru. Selama lima hari pelaksanaan MPLS, para siswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga dibimbing untuk memahami pentingnya toleransi, disiplin, serta semangat meraih prestasi.

Nuansa berbeda tampak pada hari pertama pembukaan MPLS. Seluruh siswa baru mengenakan ikat kepala khas Bali sebagai simbol keberagaman budaya Indonesia. Konsep tersebut dipilih sekolah untuk memperkenalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Nusantara.

Kepala SMA Negeri 7 Palembang, Dra. Nurdwin Indriyanti, mengatakan tema kebinekaan sengaja diangkat agar para peserta didik memahami bahwa sekolah merupakan ruang bagi seluruh siswa dengan latar belakang yang beragam untuk belajar hidup berdampingan, saling menghargai, dan bekerja sama.

“Kami ingin sejak hari pertama anak-anak memahami bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Karena itu kami mengangkat tema kebinekaan dengan mengenalkan salah satu budaya Nusantara. Harapannya mereka tumbuh menjadi generasi yang menghargai perbedaan dan mampu menjaga persatuan,” ujarnya.

Menurut Nurdwin, MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial menyambut siswa baru, melainkan proses penting dalam membangun pondasi karakter selama tiga tahun mereka menempuh pendidikan di SMAN 7 Palembang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS difokuskan pada tiga tujuan utama. Pertama, membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mulai dari mengenal ruang kepala sekolah, ruang guru, perpustakaan, laboratorium, ruang Bimbingan Konseling, hingga berbagai fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.

“Kami ingin mereka merasa nyaman berada di sekolah. Ketika sudah mengenal lingkungan dan seluruh warga sekolah, proses belajar nantinya akan berjalan lebih baik,” katanya.

Fokus kedua adalah pembentukan karakter. Menurutnya, masa transisi dari SMP menuju SMA merupakan fase yang sangat menentukan dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, etika, serta kemandirian peserta didik.

Sementara fokus ketiga ialah membangun budaya prestasi. Dari total 320 siswa baru yang diterima tahun ini, pihak sekolah berharap seluruhnya mampu mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik selama menempuh pendidikan.

“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh siswa baru bahwa SMAN 7 Palembang menunggu lahirnya prestasi-prestasi baru. Kami ingin mereka menjadi generasi yang mampu mengharumkan nama sekolah melalui berbagai kompetisi, baik akademik maupun nonakademik. Semua anak memiliki potensi yang harus dikembangkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sesuai arahan Kementerian Pendidikan. Seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan tanpa perpeloncoan, bebas kekerasan, serta bebas dari praktik perundungan.

Budaya Senyum, Sapa, dan Salam (3S) diterapkan kepada seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan hingga petugas kebersihan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak.

“Kami ingin anak-anak merasa diterima sebagai keluarga besar SMAN 7 Palembang. Semua warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik kepada mereka,” jelasnya.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, peserta MPLS juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan pengembangan diri melalui pameran dan demonstrasi ekstrakurikuler.

Sebanyak 14 organisasi dan ekstrakurikuler menampilkan berbagai prestasi yang telah diraih, mulai dari Paskibra, Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Pramuka, olahraga, seni, hingga berbagai organisasi lainnya. Masing-masing memperlihatkan koleksi piala dan capaian prestasi sebagai motivasi bagi siswa baru untuk bergabung sesuai minat dan bakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak mengetahui bahwa sekolah menyediakan banyak wadah untuk mengembangkan kemampuan mereka. Tinggal memilih sesuai minat masing-masing, kemudian berproses hingga mampu meraih prestasi,” ujar Nurdwin.

Menutup keterangannya, Nurdwin berharap seluruh rangkaian MPLS dapat menjadi awal yang baik bagi perjalanan pendidikan para siswa baru. Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat, menjaga kedisiplinan, serta aktif membangun hubungan positif dengan guru maupun teman seangkatan.

“Semoga 320 siswa baru ini mampu menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan. Itulah harapan terbesar kami sebagai sekolah,” pungkasnya.