JURNAL10.COM, PALEMBANG – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Sumatera Selatan akan hadir dengan nuansa berbeda, namun tetap mengusung satu semangat yang sama.
Tahun ini, peringatan digelar melalui dua pendekatan, yakni aksi damai di ruang terbuka serta dialog terbatas bersama pemerintah daerah.
Hal tersebut mengemuka usai rapat koordinasi lintas sektoral yang berlangsung di Aula Cendrawasih Polrestabes Palembang, Selasa (28/4/2026). Pertemuan ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta perwakilan serikat buruh guna menyatukan langkah dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Ketua Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian Perkebunan (FSPPP) SPSI Sumsel, Cecep Wahyudin, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan buruh sejak tahap awal perencanaan pengamanan.
Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan penghargaan terhadap peran buruh dalam pelaksanaan kegiatan.
Ia menegaskan, buruh yang tergabung dalam KSPSI Sumsel versi Jumhur Hidayat tetap akan menyuarakan aspirasi, baik terkait isu nasional maupun daerah, melalui perwakilan terbatas.
Sekitar 50 perwakilan dari 11 federasi dan 17 DPC KSPSI se-Sumatera Selatan dijadwalkan mengikuti dialog tertutup.
Dalam penyampaiannya, buruh menekankan pentingnya regulasi ketenagakerjaan yang lebih berkeadilan. Mereka mendorong DPR RI dan pemerintah pusat untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pekerja, termasuk mengkaji ulang Undang-Undang Cipta Kerja agar lebih adil.
Di tingkat daerah, sejumlah isu turut menjadi perhatian, mulai dari penolakan upah rendah dan sistem outsourcing, hingga dorongan agar pemerintah daerah memprioritaskan tenaga kerja lokal melalui regulasi yang tegas.
Meski mengusung dua metode, Cecep memastikan soliditas buruh tetap terjaga. Perbedaan cara, menurutnya, hanyalah strategi dalam menyampaikan aspirasi, bukan perbedaan tujuan. Sebagian buruh memilih aksi damai di jalan, sementara lainnya mengikuti dialog bersama Gubernur dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Rencananya, dialog akan digelar di Kantor Gubernur Sumsel pada 1 Mei nanti.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Maharbudi Adityawan, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Ia menyebut koordinasi telah melibatkan semua unsur, mulai dari kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah dan elemen buruh.
Menurutnya, seluruh pihak memiliki komitmen yang sama untuk memastikan peringatan Hari Buruh berjalan aman, tertib, serta aspirasi pekerja dapat tersampaikan dengan baik kepada pihak berwenang, khususnya Gubernur Sumatera Selatan.
Untuk teknis pelaksanaan, kegiatan akan dipusatkan di kawasan DPRD Sumatera Selatan. Massa buruh dijadwalkan berkumpul di Benteng Kuto Besak sebelum melakukan longmarch menuju gedung DPRD.
Sebanyak 750 personel Polrestabes Palembang akan dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi, baik di sepanjang rute maupun di lokasi utama kegiatan.
Dengan sinergi antara buruh dan aparat, peringatan May Day di Sumatera Selatan tahun ini diharapkan tidak hanya berlangsung aman dan tertib, tetapi juga menjadi ruang dialog yang produktif dalam memperjuangkan kepentingan pekerja. (DNL)













