Palembang, Jurnal10.com- Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi lintas sektor menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Satgas Penyuluhan Karhutla Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang, bertempat di Kantor Wali Kota Palembang, Jum’at (06/11/2026)._
Kegiatan audiensi tersebut diterima oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Palembang, Isnaini Madani, serta dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Kesehatan beserta Kepala Bidang terkait, Kepala Dinas yang membidangi pangan dan pertanian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Palembang.
Dalam sambutannya, Isnaini Madani menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad di Kantor Wali Kota Palembang yang merupakan salah satu bangunan cagar budaya dan memiliki nilai sejarah bagi Kota Palembang.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa posisi geografis Kota Palembang sebagai salah satu wilayah hilir aliran sungai di Sumatera Bagian Selatan menjadikan kota ini rentan terhadap dampak bencana lingkungan, termasuk kabut asap akibat Karhutla yang terjadi di wilayah lain serta potensi banjir.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan koordinasi dan kerja sama lintas wilayah serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPBD Kota Palembang memaparkan kondisi dan perkembangan penanganan Karhutla di wilayah Kota Palembang.
Meskipun Kota Palembang tidak memiliki kawasan lahan gambut yang luas sebagaimana sejumlah kabupaten lainnya di Sumatera Selatan, dampak Karhutla tetap menjadi perhatian serius. Selain menghadapi potensi kebakaran di wilayah sendiri, Kota Palembang juga turut mendukung upaya pemadaman kebakaran di wilayah perbatasan.
Berdasarkan pemaparan BPBD, kejadian kebakaran lahan mengalami peningkatan cukup signifikan pada Agustus dan September, sedangkan memasuki November menunjukkan kecenderungan menurun. Namun demikian, kegiatan patroli dan pemantauan potensi bencana tetap dilaksanakan sebagai langkah antisipasi.
Selain ancaman kebakaran, Pemerintah Kota Palembang juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan penyediaan air bagi masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.
Melalui audiensi ini, Satgas Penyuluhan Karhutla Pasis Dikreg LXVIII Seskoad memperoleh gambaran mengenai kondisi geografis, potensi kerawanan, serta langkah-langkah penanggulangan bencana yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Palembang.













