Advetorial

Reses DPRD Sumsel di Gunung Raya, Warga Desak Penanganan Longsor dan Percepatan Pembangunan Jalan

×

Reses DPRD Sumsel di Gunung Raya, Warga Desak Penanganan Longsor dan Percepatan Pembangunan Jalan

Sebarkan artikel ini

JURNAL10.COM, OKU SELATAN – Infrastruktur jalan, penanganan longsor, pelayanan kesehatan, hingga penyediaan air bersih menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat Desa Gunung Raya, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, saat kegiatan Reses Masa Sidang VI Tahap II Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten OKU dan Kabupaten OKU Selatan Tahun Anggaran 2026.

Reses yang dilaksanakan pada 3–10 Juli 2026 itu dipimpin Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, S.E., M.M., bersama Koordinator Reses Sri Mulyadi, S.E., M.Si., serta anggota DPRD Sumsel Dapil V lainnya, yakni Andri Fitriansyah, S.T., M.M., Hj. Isyana Lonitasari, S.H., At Thahirah Putri Lestari, S.E., Mirza Gumay, S.IP., dan Fathan Qoribi, S.T.

Dalam dialog bersama masyarakat, Kepala Desa Gunung Raya, Tri Handayani, menyampaikan sejumlah usulan prioritas. Di antaranya rehabilitasi jalan lingkar Masjid Al-Muhajirin di Desa Kiwis Raya, pembangunan jalan di sejumlah dusun, pembangunan jalan lingkar desa, hingga pembangunan talud penahan longsor di Dusun 6 yang kondisinya dinilai membahayakan keselamatan warga.

Selain itu, masyarakat juga meminta peningkatan layanan air bersih melalui pembangunan reservoir Program PAMSIMAS, pengadaan meteran air, serta penyediaan lahan untuk menunjang kebutuhan air bersih masyarakat.

Di bidang kesehatan, warga mengusulkan pengadaan ambulans desa dan kendaraan operasional kesehatan agar pelayanan bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat, dapat dilakukan lebih cepat.

Tidak hanya itu, masyarakat juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan, melanjutkan program bantuan sosial yang tepat sasaran, serta mendukung pengembangan olahraga dan pelestarian budaya.

Ketua PSHT, Choirudin, mengusulkan bantuan sarana latihan, pembangunan gedung latihan, hingga dukungan operasional organisasi sebagai upaya pembinaan atlet pencak silat. Sementara kelompok seni Jaranan Turonggo Manunggal Budoyo berharap adanya bantuan gamelan, panggung pertunjukan, sound system, tenda, serta perlengkapan kesenian untuk menjaga kelestarian budaya lokal.

Koordinator Reses Sri Mulyadi mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bagian dari laporan resmi hasil reses yang selanjutnya dibahas bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Semua usulan yang disampaikan masyarakat kami tampung dan akan kami perjuangkan sesuai kewenangan serta skala prioritas pembangunan. Reses merupakan jembatan antara masyarakat dengan pemerintah agar setiap kebutuhan daerah dapat masuk dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie menegaskan, kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk memastikan setiap aspirasi didengar secara langsung.

“Masukan dari masyarakat menjadi bahan penting dalam penyusunan program pembangunan. Kami akan mengawal usulan yang menjadi kewenangan provinsi, khususnya terkait infrastruktur jalan, penanganan longsor, pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, pendidikan, hingga dukungan terhadap pembinaan olahraga dan pelestarian budaya,” kata Andie.

Sementara itu, Bupati OKU Selatan Abusama, S.H., menyatakan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan siap memperkuat sinergi dengan DPRD Provinsi Sumatera Selatan agar hasil reses dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang terarah.

“Reses menjadi media yang sangat efektif untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat. Kami berharap seluruh aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah dapat disinergikan, baik melalui APBD Kabupaten maupun APBD Provinsi, sehingga pembangunan dapat berjalan bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Abusama.

Kegiatan reses diakhiri dengan peninjauan lapangan ke sejumlah titik yang diusulkan masyarakat sebagai prioritas pembangunan untuk melihat langsung kondisi yang ada. (Adv)