JURNAL10.COM, OKI – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), Made Indrawan, ST., MH, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan reses yang berlangsun di Desa Tugumulyo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dihadiri perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, petani, tokoh perempuan, serta berbagai elemen masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Dalam dialog yang berlangsung interaktif, masyarakat menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi kebutuhan paling mendesak. Menurut warga, kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan telah menghambat aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.
Salah satu usulan utama yang disampaikan adalah perbaikan Jalan Desa Tugumulyo Kampung I dengan lebar 4 meter dan panjang sekitar 700 meter. Warga berharap jalan tersebut segera diperbaiki karena merupakan akses utama yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Selain itu, masyarakat juga meminta peningkatan Jalan Poros yang menghubungkan Desa Tugumulyo menuju Desa Bumi Agung hingga Karang Mulya, Kabupaten OKU Timur, sepanjang kurang lebih 3 kilometer dengan lebar 5 meter. Menurut warga, jalan tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah yang akan memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di dua kabupaten.
Aspirasi lainnya adalah pembangunan jalan lingkungan di Desa Tugumulyo mulai Dusun III hingga Dusun V sepanjang sekitar 4 kilometer dengan lebar 5 meter. Warga menilai akses lingkungan tersebut sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan dasar di pedesaan.
Mewakili masyarakat, sejumlah tokoh menyampaikan harapan agar seluruh usulan tersebut dapat diperjuangkan di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
“Kami berharap melalui reses ini aspirasi masyarakat tidak hanya menjadi catatan, tetapi benar-benar diperjuangkan. Jalan yang layak akan mempermudah anak-anak menuju sekolah, petani mengangkut hasil panen, dan masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi. Infrastruktur merupakan kebutuhan yang sangat kami harapkan,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Made Indrawan menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan amanah konstitusi bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan memastikan setiap aspirasi mendapat perhatian.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, merupakan faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi, kelancaran distribusi hasil pertanian, serta akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan.
“Saya hadir untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Seluruh usulan yang disampaikan hari ini akan saya inventarisasi dan perjuangkan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Aspirasi masyarakat adalah amanah yang harus kami kawal agar dapat masuk dalam pembahasan program pembangunan daerah,” tegas Made Indrawan.
Ia juga menambahkan bahwa usulan pembangunan jalan di Desa Tugumulyo akan menjadi perhatian serius karena memiliki manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Saya memahami bahwa infrastruktur jalan menjadi prioritas masyarakat Tugumulyo. Jalan yang baik akan membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian, meningkatkan konektivitas antarwilayah, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu saya berkomitmen untuk mengawal aspirasi ini agar dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Made.
Made Indrawan mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun daerah serta aktif menyampaikan aspirasi secara terbuka. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan DPRD menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kegiatan reses ditutup dengan dialog bersama warga dan peninjauan terhadap sejumlah titik yang diusulkan untuk mendapatkan penanganan pembangunan pada periode anggaran mendatang. (Adv)
















